Liverpool Sodori Kontrak Panjang, Klopp Tak Tahan Cuaca Inggris

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. REUTERS/Albert Gea

    Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Agen Jurgen Klopp mengungkapkan bahwa kliennya bisa meninggalkan Liverpool karena tidak tahan dengan cuaca di Inggris.

    Kontrak pelatih asal Jerman tersebut di Anfield berlaku hingga 2022, dan menurut Sky Sports kini berusaha mengamankan jasa Klopp untuk jangka panjang.

    Namun, Klopp sebelumnya mengatakan bahwa ia akan mengambil cuti dari sepak bola ketika kontraknya berakhir tiga tahun lagi dan agennya Marc Kosicke mengatakan bahwa Klopp bisa saja pindah ke iklim yang lebih hangat.

    "Kontrak Jurgen masih berlaku hingga 2022 dan bukan rahasia lagi bahwa klub ingin memperpanjangnya," kata Kosicke kepada DAZN dan Goal seperti dikutip Sky Sports pada Senin, 16 September 2019.

    Kosicke melanjutkan, "Kami masih punya waktu untuk itu. Kami harus menunggu dan melihat bagaimana perkembangannya serta apakah perubahan iklim akan membawa cuaca yang lebih baik ke Inggris atau hanya ke Jerman."

    "Seseorang seharusnya tidak meremehkan (cuaca buruk). Saya ingat bahwa pada November atau Desember, Liverpool pertama kali menawarkan perpanjangan kontrak. Saya berkata: 'Mari kita tunggu'," kata agen pelatih asal Jerman itu.

    Kosicke menyambung lagi, "Ulla (istri Klopp) dan Jurgen bangun di pagi hari dan langit masih gelap. Ketika mereka bertemu lagi di malam hari, langit juga gelap atau abu-abu dan sedikit gerimis."

    "Selama liburan musim dingin di Jerman, bila cuaca benar-benar buruk, klub di sana pergi berlibur selama dua pekan, kemudian kembali dan terbang langsung ke kamp pelatihan di bawah sinar matahari selama beberapa hari," kata dia.

    Menurut Kosicke, beban kerja yang didapat Jurgen Klopp lebih besar saat melatih di Inggris. "Sedangkan, para pelatih di Inggris terkadang harus mempersiapkan hingga 13 pertandingan di saat yang sama. Mereka sudah kelelahan dan itu tidak mudah."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?