Prediksi Liga Eropa: Eintracht Frankfurt vs Arsenal

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi para pemain Arsenal David Luiz, Granit Xhaka, Joe Willock dan Nicolas Pepe, setelah pemai Watford mencetak gol dalam pertandingan Liga Inggris di Vicarage Road, Watford, 15 September 2019. Arsenal hanya mampu bermain imbangn 2-2 dengan Watford. REUTERS/David Klein

    Ekspresi para pemain Arsenal David Luiz, Granit Xhaka, Joe Willock dan Nicolas Pepe, setelah pemai Watford mencetak gol dalam pertandingan Liga Inggris di Vicarage Road, Watford, 15 September 2019. Arsenal hanya mampu bermain imbangn 2-2 dengan Watford. REUTERS/David Klein

    TEMPO.CO, Jakarta - Waldstadion, markas Eintracht Frankfurt, akan menjadi palagan pertama Arsenal dalam Liga Eropa musim ini. Sesuai dengan hasil pengundian otoritas sepak bola Eropa atau UEFA, Arsenal bertarung di Grup F bersama Eintracht, Standard Liege, dan Guimaraes.

    Sejumlah lembaga statistik sepak bola memprediksi laga Eintracht versus Arsenal, dinihari nanti, bakal berjalan sengit. Sebab, di atas kertas, kedua tim punya kualitas oke.

    Meski begitu, Arsenal sedikit diunggulkan karena punya nama dan sejarah yang lebih wangi di Eropa.

    Bukti lain, pada Liga Eropa musim lalu Arsenal sanggup melenggang sampai partai final, meski pada akhirnya kalah 1-4 oleh Chelsea. Adapun Eintracht mampu melaju sampai semifinal sebelum dikalahkan The Blues lewat adu penalti.

    Namun nama besar tak serta-merta menjadi jaminan Arsenal bakal menang mudah di Frankfurt. Sebab, sejumlah media Inggris menulis Arsenal terbang ke Jerman membawa problem di lini belakang.

    Barisan pertahanan The Gunners tampak rapuh dalam tiga laga terakhir di Liga Primer Inggris. Selama itu, Arsenal tercatat kebobolan tujuh gol dengan hasil dua kali imbang dan sekali kalah.

    Kejadian paling anyar, Arsenal ditahan imbang 2-2 oleh Watford, di Vicarage Road, Ahad lalu. Sebenarnya Arsenal nyaris menang 2-0 di kandang The Hornets lewat dua gol Pierre-Emerick Aubameyang pada babak pertama.

    Namun dua bek tengah Arsenal, Sokratis Papastathopoulos dan David Luiz, bikin ulah di babak kedua. Pertama, Sokratis melakukan blunder fatal pada menit ke-53 hingga penyerang Watford Tim Cleverley mengkonversinya menjadi gol.

    Sekitar 17 menit kemudian, giliran Luiz bikin pelanggaran di kotak terlarang. Roberto Pereyra, yang menjadi algojo, sukses bikin skor imbang 2-2.

    Tiga pekan sebelumnya, Luiz membuat dua kesalahan di kandang Liverpool. Hasilnya, Arsenal keok 1-3 oleh The Reds.

    Mantan bek Arsenal (1993-2004), Martin Keown, kecewa berat dengan permainan junior-juniornya. Menurut Keown, koordinasi antarpemain di lini belakang sungguh parah.

    "Jadi, ketika ada satu bek yang bikin kesalahan, justru koordinasi antarpemain semakin berantakan. Sungguh mereka bermain seperti bek amatir," kata pria berusia 53 tahun itu.

    Alumnus Arsenal lainnya, Paul Merson, ikut meradang. Gelandang serang Meriam London 1985-1997 itu menuding manajer Unai Emery sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas buruknya permainan Arsenal dalam tiga laga terakhir.

    "Sebab, permainan tim di lapangan itu atas instruksi manajer. Kalau pemain bermain dengan strategi sendiri, pemberontak namanya. Emery salah menerapkan taktik," kata Merson, yang kini menjadi pengamat kondang Liga Inggris.

    Mantan penyerang Arsenal lainnya, Robin van Persie, sempat menyudutkan Emery. Menurut pria berkebangsaan Belanda itu, Emery telah menghapus karakter Arsenal, yakni permainan menyerang.

    Van Persie bercerita, ketika Arsenal masih dilatih Arsene Wenger, tim London utara itu selalu menampilkan permainan yang sama, galak dan tak mau didikte lawan.

    Memang terkadang Arsenal kelabakan ketika menerima serangan balik kilat dari lawan. Namun itulah gaya main Arsenal yang asli.

    "Tapi, di era Emery, gaya itu sudah hilang. Emery selalu bermain dengan strategi berbeda, tergantung lawannya. Ini sungguh menyedihkan," kata Persie.

    Sementara itu, mantan penyerang Arsenal (1983-1988), Charlie Nicholas, berharap Emery berpikir jernih saat memilih barisan bek sewaktu menantang Eintracht Frankfurt. Jika boleh memilih, Nicholas ingin memasang Skhodran Mustafi dan Calum Chambers.

    Menurut Nicholas, penting bagi Arsenal untuk merotasi David Luiz dan Sokratis setelah petaka di kandang Watford. Setidaknya, pergantian dua bek tengah bisa meningkatkan semangat para pemain.

    "Hanya Tuhan dan Emery yang tahu siapa bek tengah dalam laga melawan Eintracht nanti. Di sisi lain, saya harap Emery memikirkan pula memperkuat serangan dari kedua sisi sayap," kata pria berusia 57 tahun itu.

    SKY SPORTS | FOOTBALL LONDON | GOAL | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.