Manchester United Vs Astana 1-0, Mason Greenwood Torehkan Rekor

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United Mason Greenwood. Reuters/Jason Cairnduff

    Pemain Manchester United Mason Greenwood. Reuters/Jason Cairnduff

    TEMPO.CO, Jakarta - Klub Liga Inggris, Manchester United, menang 1-0 saat menjamu tim asal Kazakhstan, Astana, dalam pertandingan pekan pertama Liga Europa, Jumat dinihari WIB, 20 September 2019.

    Gol tunggal dalam laga di Old Trafford itu dicetak Mason Greenwood pada menit ke-73. Greenwood adalah penyerang MU yang baru berusia 17 tahun.

    Media Inggris memuji keberhasilan Greenwood jadi penentu di laga itu. Salah satu media online bahkan melukiskan dia dengan kalimat "seorang bintang telah lahir".

    Greenwood sudah tampil lima kali buat MU, termasuk empat kali di Liga Inggris. Ia menjadi starter untuk kedua kalinya. Gol ke gawang Astana ini adalah yang pertama dicetaknya musim ini.

    Dengan golnya, pemain muda Inggris ini sekaligus menorehkan rekor. Ia menjadi pemain pertama yang lahir di era 2000-an yang mampu mencetak gol buat MU di kompetisi Eropa. Pemain ini lahir di Wibsey, Bradford, Inggris, pada 1 Oktober 2001.

    Greenwood bukan satu-satunya pemain remaja yang menjadi andalan dalam laga itu. Pelatih Ole Gunnar Solskjaer juga menurunkan Tahit Chong dan Angel Gomes. Hadirnya tiga remaja ini jadi peristiwa langka di kompetisi Eropa. Sebelumnya MU turun dengan tiga formasi remaja pada November 2009 saat melawan Besiktas, dengan menurunkan Danny Welbeck, Federico Macheda, dan Rafael.

    Berkat kemenangan ini, Manchester United kini tak terkalahkan dalam 12 pertandingan Liga Europa (menang 9 kali, seri 3 kali). Hasil ini juga mengantar MU memimpin klasemen Grup L karena dalam laga lain, Partizan Beograd dan AZ Alkmaar bermain imbang 2-2.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?