Komdis PSSI Jatuhkan 7 Sanksi, Oktavianus Maniani Dihukum 6 Bulan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PSSI - Komite Disiplin. pssi.org

    Logo PSSI - Komite Disiplin. pssi.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Disiplin atau Komdis PSSI melakukan dua sidang di Jakarta, sepanjang pekan ini. Mereka menjatuhkan 7 sanksi, termasuk hukuman 6 bulan buat buat asisten pelatih Persewar Waropen, Carolino Ivakdalam, dan pemain klub tersebut, Oktavianus Maniani.

    Carolino dan Oktavianus dihukum dalam sidang pada 20 September 2019. Keduanya dinyatakan terbukti melakukan tindakan tak terpuji dalam pertandingan Liga 2 di kandang Mitra Kukar FC, pada 6 September lalu.

    Carolino saat itu dinyatakan memukul asisten wasit. Sedangkan Oktavianus, yang merupakan mantan pemain timnas, disebutkan menusukkan gagang bendera ke perut wasit. Keduanya pun dihukum dengan larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama enam bulan.

    Pada sidang 8 September 2019, Komdis PSSI menjatuhkan lima hukuman, termasuk buat PSIS Semarang, Arema FC, dan Persija Jakarta.

    PSIS Semarang dijatuhi hukuman denda Rp 50 juta karena pemainnya mendapatkan lima kartu kuning dala satu pertandingan, yakni di kandang PSM Makassar, pada 11 September.

    Arema FC dijatuhi denda Rp 75 juta.
    Klub asal Malang ini dianggap bersalah karena suporternya melakukan pelemparan ke lapangan dan ke arah wasit saat menjamu Borneo FC pada 13 September 2019.

    Adapun Persija Jakarta dikenai denda Rp 75 juta. Klub Ibu Kota Ini dianggap bersalah karena suporternya menyalakan flare dan melempari suporter PSIS Semarang dalam laga 15 September 2019.

    Hasil Sidang Komdis PSSI pada 18 September 2019:

    1. PSIS Semarang
    - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
    - Pertandingan: PSM Makassar vs PSIS Semarang
    - Tanggal kejadian: 11 September 2019
    - Jenis pelanggaran: 5 Kartu Kuning dalam satu pertandingan
    - Hukuman: Denda Rp 50 juta.

    2. Arema FC
    - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
    - Pertandingan: Arema FC vs Borneo FC
    - Tanggal kejadian: 13 September 2019
    - Jenis pelanggaran: pelemparan ke lapangan dan wasit (pengulangan)
    - Hukuman: Denda Rp 75 juta.

    3. Persija Jakarta
    - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019
    - Pertandingan: Persija Jakarta vs PSIS Semarang
    - Tanggal kejadian: 15 September 2019
    - Jenis pelanggaran: Penyalaan flare dan pelemparan ke supporter PSIS Semarang
    - Hukuman: Denda Rp 75 juta.

    4. Pemain Aceh Babel United, Afriansyah
    - Nama kompetisi: Liga 2 2019
    - Pertandingan: Blitar Bandung United vs Aceh Babel United
    - Tanggal kejadian: 12 September 2019
    - Jenis pelanggaran: Melakukan tindakan tidak sportif dan melanggar fair play
    - Hukuman: Larangan bermain sebanyak 1 (satu) pertandingan.

    5. Pemain Persiba Balikpapan, Septinus Alua
    - Nama kompetisi: Liga 2 2019
    - Pertandingan: Persatu Tuban vs Persiba Balikpapan
    - Tanggal kejadian: 14 September 2019
    - Jenis pelanggaran: melakukan protes dan memukul wasit
    - Hukuman: Larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI selama enam bulan.

    Hasil Sidang Komdis PSSI pada 20 September 2019:
    1. Asisten pelatih Persewar Waropen, Carolino Ivakdalam
    - Nama kompetisi: Liga 2 2019
    - Pertandingan: Mitra Kukar FC vs Persewar Waropen
    - Tanggal kejadian: 6 September 2019
    - Jenis pelanggaran: Memukul asisten wasit
    - Hukuman: Larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI selama enam bulan.

    2. Pemain Persewar Waropen, Oktavianus Maniani
    - Nama kompetisi: Liga 2 2019
    - Pertandingan: Mitra Kukar FC vs Persewar Waropen
    - Tanggal kejadian: 6 September 2019
    - Jenis pelanggaran: Menusukkan gagang bendera ke perut wasit
    - Hukuman: Larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI selama enam bulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?