Sekjen PSSI Optimistis Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Delegasi FIFA, didampingi Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, memeriksa kesiapan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin, 16 September. (pssi.org)

    Delegasi FIFA, didampingi Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, memeriksa kesiapan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin, 16 September. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) optimistis Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. "Kami optimistis," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria di Jakarta, Minggu, 22 September 2019.

    Menurut Ratu Tisha, PSSI dapat melewati dengan baik inspeksi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang dilakukan pada 16-19 September 2019.

    Dalam kunjungan yang diinformasikan FIFA ke PSSI lima hari sebelum kedatangannya, Federasi Sepak Bola Indonesia mampu mempresentasikan lima dari 10 stadion yang disiapkan untuk Piala Dunia U-20. Kelima stadion itu adalah Stadion Pakansari (Cibinong, Jawa Barat), Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Manahan (Solo, Jawa Tengah), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar, Bali).

    Selain itu, FIFA juga sudah menyaksikan sendiri kualitas 10 dari 50 lapangan latihan yang diajukan untuk Piala Dunia U-20. Sebagai informasi, setiap stadion yang didaftarkan untuk Piala Dunia U-20 harus mempunyai lima lapangan latihan di sekitarnya.

    Selain lapangan, FIFA juga memantau langsung sarana pendukung seperti hotel dan transportasi.

    "Inspeksi untuk stadion dan lapangan latihan dilakukan FIFA secara acak. Dengan inspeksi ini, PSSI sudah melewati seluruh tahap pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20. Tinggal menunggu keputusan akhir FIFA yang diumumkan pada rapat Dewan FIFA di Shanghai, China pada 23-24 Oktober 2019," kata Ratu Tisha.

    Untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dibandingkan dua kandidat tuan rumah lainnya, yaitu Peru dan Brazil, PSSI menawarkan jargon 'diversity' (keanekaragaman), 'unity' (persatuan) dan 'opportunity' (kesempatan).

    Tema besar tersebut dinilai Ratu Tisha menjadi salah satu kekuatan PSSI sebagai calon tuan rumah Piala Dunia U-20.

    Secara umum, maksud ketiga kata tersebut yaitu Indonesia memiliki basis suporter sepak bola (unity) yang sangat besar dan berasal dari berbagai macam suku dan daerah (diversity). Jika Piala Dunia digelar di Indonesia, maka itu menjadi kesempatan (opportunity) untuk melebarkan potensi besar sepak bola di Tanah Air.

    "Konsep ini menjadi senjata kita," tutur Ratu Tisha.

    Kemudian, PSSI juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah Indonesia dari tingkat pusat hingga daerah untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

    "PSSI sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, termasuk lapangan latihan. Melalui dokumen yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, ada jaminan peningkatan tersebut. Terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang memberikan dukungan penuh kepada PSSI ," ujar Ratu Tisha.

    PSSI menyiapkan 10 stadion untuk pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Wibawa Mukti (Cikarang), Stadion Pakansari (Cibinong), Stadion Patriot Candrabhaga (Bekasi), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta), Stadion Manahan (Solo), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?