Persebaya vs Bali United, Wolfgang Pikal Belum Bisa Mendampingi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duet asisten pelatih Bejo Sugiantoro (kiri) dan Wolfgang Pikal memimpin sesi latihan Persebaya Surabaya. (persebaya.id)

    Duet asisten pelatih Bejo Sugiantoro (kiri) dan Wolfgang Pikal memimpin sesi latihan Persebaya Surabaya. (persebaya.id)

    TEMPO.CO, Surabaya - Persebaya Surabaya siap menjamu pemuncak klasemen Bali United pada pekan ke-20 Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa, 24 September 2019. Tim berjulukan Green Force ini bertekad melanjutkan tren positif.

    "Persiapan tim sangat siap lawan Bali United. Apa pun itu kami tekankan ke pemain selalu berjuang secara bertahap dari laga ke laga," kata asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro, saat konferensi pers, Senin, 23 September 2019.

    Persebaya saat ini dalam kepercayaan diri tinggi. Dalam lima pertandingan terakhir, Ruben Sanadi dan kawan-kawan tidak pernah kalah. Pada laga terakhir, mereka berhasil menaklukkan tuan rumah PSIS Semarang dengan skor 4-0.

    Bejo mengatakan kekalahan 1-3 atas Bali United pada putaran pertama tidak bisa dijadikan patokan. Sebab komposisi pemain dan gaya bermain Persebaya saat ini berubah.

    Persebaya memiliki tiga pemain asing anyar pada putaran kedua Liga 1 2019 ini. Mereka adalah David da Silva, Diogo Campos, dan Aryn Williams. Ketiga pemain tersebut tampil menjanjikan saat diturunkan melawan PSIS Semarang.

    Skuat Persebaya Surabaya berlatih di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 17 September 2019. | ANTARA

    Diogo Campos, yang baru didatangkan dari Kalteng Putra, bahkan sukses menyumbang satu gol dan dua assist dalam pertandingan tersebut. David da Silva juga membuktikan kualitasnya dengan mencetak satu gol hasil assist dari Diogo Campos.

    Hadirnya asisten pelatih Wolfgang Pikal membuat permainan Persebaya kembali ke karakter khas Surabaya, yakni umpan satu-dua, wani, dan ngeyel. "Alhamdulillah coach Pikal tahu gaya bermain Persebaya," kata pria 42 tahun tersebut.

    Namun, Wolfang Pikal belum bisa mendampingi Persebaya di banch karena statusnya hingga kini belum disahkan oleh PT Liga Indonesia Baru.

    Sekretaris Persebaya, Ram Surahman, mengatakan, hal tersebut terjadi karena Wolfgang Pikal sampai saat ini belum disahkan PT Liga Indonesia Baru. "Surat pengesahan dari PT LIB belum keluar," katanya, Senin, 23 September.

    Ram enggan mengungkapkan alasan detail mengapa PT LIB selaku operator liga tak kunjung mengesahkan status juru taktik asal Austria tersebut. Yang pasti, menurut dia, masih ada beberapa persyarakat yang harus perlu dilengkapi.

    Karena statusnya belum disahkan, Pikal hanya bisa melihat anak asuhannya di tribun VVIP. Itu sudah dijalani Pikal dalam dua pertandingan terakhir saat Persebaya away ke kandang Kalteng Putra dan PSIS Semarang. Posisi Pikal di banch digantikan asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro.

    Meski begitu, Bejo mengatakan tim tetap berada dalam kendali Wolfgang Pikal. Bejo merasa tidak ada masalah dengan keadaan tersebut. "Yang penting tim tetap terjaga," kata ayah dari gelandang Persebaya Rachmat Irianto tersebut.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?