Timnas U-16 Lolos, 3 Hal Ini Jadi Fokus Bima Sakti Selanjutnya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas U-16 Bima Sakti (kedua kanan) memimpin sesi latihan di Lapangan ABC Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 September 2019. Latihan tersebut untuk persiapan jelang pertandingan melawan Timnas U-16 Kepulauan Mariana Utara dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 di Stadion Madya Gelora Bung Karno. ANTARA

    Pelatih Timnas U-16 Bima Sakti (kedua kanan) memimpin sesi latihan di Lapangan ABC Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa, 17 September 2019. Latihan tersebut untuk persiapan jelang pertandingan melawan Timnas U-16 Kepulauan Mariana Utara dalam laga Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 di Stadion Madya Gelora Bung Karno. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sukses membawa tim nasional Indonesia U-16 atau Timnas U-16 lolos ke Piala AFC U-16 2020, pelatih Bima Sakti tak lantas leha-leha. Pelatih asal Balikpapan ini bakal tetap sibuk demi persiapan skuatnya itu tampil di putaran final yang bakal berlangsung di Bahrain, 16 September sampai 3 Oktober tahun depan.

    Timnas U-16 Indonesia lolos ke Piala Asia U-16 2020 sebagai salah satu dari empat runner up terbaik di kualifikasi. Skuat berjuluk Garuda Asia tidak terkalahkan di Grup G kualifikasi, menang tiga kali dan imbang sekali dari empat laga. Mereka melesakkan 27 gol dan hanya kebobolan satu gol.

    Timnas U-16 Indonesia akan menjadi salah satu dari 16 tim yang berlaga di putaran final Piala AFC U-16 2020. Nantinya tim yang lolos ke semifinal berhak atas tiket Piala Dunia U-17 2021.

    Berikut tiga hal yang menjadi fokus tim pelatih Timnas U-16.

    Berburu Pemain Baru

    Pelatih Timnas U-16 ini memastikan bahwa skuatnya yang lolos ke Piala AFC U-16 2020 ini masih terbuka untuk para pemain baru. Ia bersama asisten pelatih Indriyanto Nugroho, Firmansyah, dan Markus Horison, akan mencari bibit muda baru.

    "Kami akan mencari pemain-pemain dari seluruh Indonesia," kata Bima seusai Timnas U-16 bermain imbang melawan Cina pada laga terakhir Grup G kualifikasi Piala AFC U-16 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu malam, 22 September 2019.

    Selain berkeliling Indonesia, Bima juga akan memantau pemain-pemain dari Elite Pro Academy Liga 1 Indonesia U-16. Untuk tampil di Piala Asia, Bima mengatakan, perlu dipersiapkan tim yang lebih kuat lagi.

    Menggelar TC Timnas U-16 Tiap Bulan

    Bima mengatakan bahwa Timnas U-16 akan menjalani pemusatan latihan (training camp atau TC) tiap bulan untuk persiapan berlaga di Bahrain. "Kalau langsung lepas mereka, dua bulan, tiga bulan, mungkin chemistry mereka akan hilang," ujarnya.

    Format pemusatan latihan, kata dia, akan dibuat mirip dengan persiapan kualifkasi Piala AFC U-16 kemarin. TC digelar di sejumlah wilayah, seperti Bogor, Jakarta, Cikarang, dan Bekasi. "Kemungkinan kami ada ke luar daerah, seperti Yogya, Surabaya, Malang," ujarnya.

    Untuk membantu meningkatkan kemampuan para pemainnya, menurut Bima, Marcell Januar Putra dan rekan-rekannya akan tetap dikembalikan ke klub masing-masing untuk menjalani kompetisi. "Saya terima kasih dengan adanya Elite Pro, dengan ada kompetisi di luar Elite Pro, seperti Kompas, Top skor dan lain-lain," kata Bima.

    Memperbaiki Performa Timnas U-16

    Tim pelatih Timnas U-16 mencatat ada sejumlah evaluasi dari penampilan para pemain ketika tampil di kualifikasi Piala AFC U-16 2020 lalu. Pada pertandingan melawan Cina yang berakhir imbang 0-0, Bima menyoroti soal penyelesaian akhir. Sepanjang pertandingan itu, beberapa peluang emas yang dimiliki Timnas U-16 tak bisa menjadi gol. "Penyelesaian akhir menjadi pembelajaran untuk kami," kata Bima.

    Selain itu, soal stamina pemain Timnas U-16 juga menjadi catatan yang harus diperbaiki. Menurut dia, stamina pemainnya kedodoran di babak kedua.

    Mantan pemain Timnas Indonesia ini pun berjanji akan memperbaiki kekurangan Timnas U-16 dalam penyelesaian akhir dan kondisi fisi pemain. Ia akan melakukannya bersama asisten pelatih.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.