Arsenal Ungkap Alasan Pinjamkan Mesut Ozil

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Arsenal, Mesut Ozil, mengontrol bola saat dibayangi pemain Leicester City dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, 23 Oktober 2018. Action Images via Reuters/Andrew Boyers

    Gelandang Arsenal, Mesut Ozil, mengontrol bola saat dibayangi pemain Leicester City dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, 23 Oktober 2018. Action Images via Reuters/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Jelang laga melawan Manchester United, Arsenal mengumumkan akan meminjamkan Mesut Ozil. Pemain yang berposisi sebagai pengatur serangan ini rencananya akan dilepas pada Januari 2020.

    Manajemen menyatakan opsi pinjaman dinilai akan menguntungkan kedua belah pihak. Arsenal berharap Ozil bisa lebih banyak menghabiskan waktu di atas lapangan dari pada duduk di bangku cadangan. Bahkan Arsenal rela menyubsidi gaji Ozil sebesar 350 ribu poundsterling asalkan pemain asal Jerman itu pindah.

    Sementara manajer Arsenal, Unai Emery, disebut-sebut keputusan mengeluarkan Ozil harus dilakukan. Sebab, pemain berusia 30 tahun ini tidak masuk dalam skema permainan Emery.

    Dalam berbagai kesempatan, Emery sering menyebut Ozil belum siap bermain karena alasan fisik. Beberapa waktu lalu, saat Ozil jadi korban perampokan, manajer asal Prancis ini memberi waktu kepada Ozil untuk beristirahat dan memulihkan mentalnya.

    Sejak pergantian kursi manajer dari Arsene Wenger ke Emery, Ozil memang harus bekerja keras masuk dalam tim utama. Di sisi lain, klub pun nampak tidak ingin menjual karena pemain yang didatangkan dari Real Madrid ini masih mempunyai kontrak dua tahun bersama Arsenal.

    Hingga saat ini, Mesut Ozil baru dipercaya bermain dua kali. Arsenal bahkan tidak membawanya saat menang melawan Eintracht Frankfurt di Liga Eropa, dua pekan lalu.

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.