Ketika Cesc Fabregas Lontarkan Pujian untuk Sadio Mane Liverpool

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Liverpool Sadio Mane, mencetak gol ke gawang Salzburg dalam pertandingan Grup E Liga Champions di Anfield, 3 Oktober 2019. Action Images via Reuters/Jason Cairnduff

    Penyerang Liverpool Sadio Mane, mencetak gol ke gawang Salzburg dalam pertandingan Grup E Liga Champions di Anfield, 3 Oktober 2019. Action Images via Reuters/Jason Cairnduff

    TEMPO.CO, Jakarta - Cesc Fabregas mengatakan Sadio Mane adalah salah satu dari tiga pemain top di dunia saat ini. Ia mengemukakan pujian itu setelah penyerang Liverpool itu mencetak gol ke Red Bull Salzburg, dalam laga kualifikasi grup Liga Champions, pada Rabu malam, 2 Oktober 2019, waktu setempat.

    "Bagiku, Mane adalah salah satu dari tiga pemain top di dunia dan itu sudah lama. Tingkat atas teratas," tulis Fabregas di akun Twitternya.

    Penyerang asal Senegal itu bermain satu-dua dengan indah bersama Roberto Firmino sebelum mencetak gol ketujuh musim ini, hanya sembilan menit setelah memasuki pertandingan Liverpool melawan klub lamanya Salzburg. Dalam laga itu, Liverpool menang 4-3 atas Salzburg.

    Penampilan Mane yang apik membuat mantan Liga Inggris, Fabregas, melontarkan pujiannya untuk penyerang Liverpool itu. Komentar gelandang Monaco itu pun mendapat banyak komentar, ada yang setuju ada pula sebaliknya.

    "Cesc, ini langka, apa benar-benar darimu, saya takut," tulis salah satu netizen membalas Twitter Fabregas.

    Mantan pemain Barcelona ini pun membalas, "Percayalah padaku, dia luar biasa. Saya ingin bermain di belakangnya".

    Sadio Mane finis kelima dalam penghargaan Best Men's Player di belakang dua rekan satu timnya, Mohamed Salah dan Virgil van Dijk, serta Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?