Liverpool Vs Leicester 2-1, Brendan Rodgers Ambil Pejaran

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brendan Rodgers. REUTERS/Phil Noble

    Brendan Rodgers. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Brendan Rodgers mengalami kekecewaan saat menghadapi mantan klubnya, Liverpool. Ia harus melihat tim asuhannya, Leicester City, takluk 1-2 dalam rangkaian laga Liga Inggris pekan kedelapan di Anfield, Sabtu malam, 5 Oktober.

    Setelah sempat tertinggal akibat gol Sadio Mane menjelang turun minum, Leicester berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-80 lewat James Maddison dan sepertinya bakal membawa pulang satu poin dari Anfield dalam laga pekan kedelapan Liga Inggris, Sabtu.

    Namun, pada injury time Marc Albrighton menjegal tumit Mane dan wasit memberi hadiah tendangan penalti untuk tuan rumah yang sukses dieksekusi James Milner untuk memastikan kemenangan Liverpool.

    "Tentu saja hasil ini membuat frustrasi," kata Rodgers dalam laman resmi Leicester. "Kami datang menghadapi tim hebat yang Anda bisa lihat kenapa mereka menjadi juara Eropa, namun saya bangga atas penampilan tim kami yang memperlihatkan karakter luar biasa."

    Gol Maddison, kata Rodgers, adalah wujud bahwa timnya punya mentalitas hebat yang bahkan dalam beberapa aspek terlihat bisa membalikkan keadaan. "Sejujurnya kebobolan pada menit ke-95 jelas mengecewakan, tapi ada banyak hal positif dari penampilan kami," ujarnya.

    Rodgers yang pernah melatih Liverpool pada 2012-2015, memilih mengambil pelajaran dari kekalahan timnya. "Jadi sebagaimana saya bilang, kami akan belajar dari hasil ini," kata dia.

    Meski kalah, Leicester untuk sementara tetap menduduki tempat ketiga klasemen dengan 14 poin sembari menunggu sejumlah pertandingan pekan kedelapan lagi digelar Minggu malam.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?