Alasan Manchester City Jarang Turunkan Pemain Lulusan Akademinya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City, Phil Foden, bersama pelatih Pep Guardiola. REUTERS/Darren Staples

    Pemain Manchester City, Phil Foden, bersama pelatih Pep Guardiola. REUTERS/Darren Staples

    TEMPO.CO, Jakarta - Pep Guardiola beralasan bahwa tingginya ekspektasi untuk memenangkan trofi di Manchester City adalah faktor utama di balik kurangnya bakat muda yang menembus skuat utama juara Liga Inggris itu.

    Phil Foden adalah satu-satunya jebolan akademi Manchester City yang tampil di Liga Premier Inggris di tim utama, meski baru bermain hanya 10 menit.

    Guardiola bahkan harus meminta maaf kepada Foden pada pertengahan pekan karena jarang memberikan waktu bermain bagi pemain berusia 19 tahun itu setelah mencetak gol dalam kemenangan 2-0 di Liga Champions atas Dinamo Zagreb.

    City membuka akademi yang bernilai jutaan pound sterling mereka pada 201. Namun, mereka malah kesulitan untuk menyaingi akademi Chelsea, yang telah mengorbitkan Tammy Abraham, Mason Mount, dan Fikayo Tomori di tim utama.

    Embargo di dua jendela transfer juga dianggap sebagai faktor besar Chelsea harus memanfaatkan para pemain akademi mereka.

    Ketika ditanya mengapa dalam beberapa tahun terakhir City produk akademi mereka tidak berkembang di tim utama, Guardiola mengatakan, "Pada dasarnya tim-tim ini (seperti Manchester City) semua perlu memenangkan gelar dan hadiah."

    Pelatih asal Spanyol itu melanjutkan, "Proses untuk para pemain muda membutuhkan waktu dan cara terbaik adalah perlahan-lahan untuk para pemain yang kami miliki."

    Menurut Guardiola tuntutan dan target tinggi membuat para pelatih susah memberi ruang pada pemain yang belum berpengalaman. "Namun, permintaan untuk klub, tidak (harus) memenangkan Liga Champions tetapi berada di sana sepanjang waktu di semua kompetisi, dan untuk itu dibutuhkan pemain lebih berpengalaman yang kita miliki."

    Menuruntnya, bakat saja kadang tak cukup. "Kita punya pemain-pemain berbakat, ketika mereka berbakat mereka akan bermain. Tetapi pada saat yang sama kita harus bersaing setiap hari untuk bertarung dengan tim terbaik di Inggris dan Eropa," kata Guardiola.

    Di Manchester City, pemain senior dan lebih berpengalaman diakuinya menjadi tumpuan tim. "Kami membutuhkan pemain seperti David Silva, Kevin de Bruyne, Sergio Aguero dan Fernandinho - semua tipe pemain ini," ujar Guardiola.

    Pemain-pemain akademi seperti Taylor Harwood-Bellis, yang melakukan debut di utama, Eric Garcia dan Adrian Bernabe semuanya tampil saat City menang 3-0 melawan Preston di putaran ketiga Piala Carabao bulan lalu.

    "Dengan pemain muda Anda tidak bisa melakukannya," ujar Guardiola. "Para pemain muda bisa menjadi bantuan bagi yang lain, tetapi untuk memiliki fondasi skuat (pemain) muda itu tidak mungkin."

    Manchester City saat ini menempati posisi kedua klasemen Liga Inggris dengan nilai 16 dari 7 laga, tertinggal 8 poin dari Liverpool yang sudah bermain 8 kali. Mereka akan menjalani laga pekan kedelapan dengan menjamu Wolverhampton Wanderers, Ahad malam, 6 Oktober 2019, mulai 20.00 WIB.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?