Penyebab Persib Kehilangan Ritme di Madura, Ini Penjelasan Robert

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain baru Persib Bandung, Nick Kuipers (Belanda), dan Omid Nazari (Filipina), saat dikenalkan oleh pelatih Rene Albert pada wartawan di Bandung, Selasa, 20 Agustus 2019. TEMPO/Prima Mulia

    Pemain baru Persib Bandung, Nick Kuipers (Belanda), dan Omid Nazari (Filipina), saat dikenalkan oleh pelatih Rene Albert pada wartawan di Bandung, Selasa, 20 Agustus 2019. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Persib Bandung tak mampu melanjutkan tren tak terkalahkannya saat bertamu ke kandang Madura United, dalam lanjutan pekan ke-22 Shopee Liga 1, Sabtu, 5 Oktober 2019, di Stadion Gelora Bangkalan. Maung Bandung  ditaklukkan Sape Kerrab 2-1.

    Robert Rene Alberts, pelatih Persib, awalnya yakin timnya bisa memenangkan pertandingan dengan gol cepat Febri Hariyadi pada menit ketiga. Tapi, angin positif mengarah kepada tuan rumah, Madura United diuntungkan gol bunuh diri Nick Kuipers dan hadiah penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Beto Goncalves.

    "Selamat untuk Madura United karena mendapat tiga poin dan terbuka kans dari kami sebenarnya meraih kemenangan. Saya tidak bisa untuk mengatakan apapun lagi, selain pemain sudah berusaha tapi belum bermain dengan kemampuan terbaiknya," kata Robert.

    Pelatih asal Belanda itu menuturkan timnya kehilangan ritme permainan akibat pelanggaran yang sering terjadi. Kondisi demikian cukup menyulitkan Dedi Kusnandar dan kawan-kawan, karena tak mampu mengembangkan permainan.

    "Tidak mudah bagi pemain kami yang ketika melakukan tackle langsung mendapat pelanggaran dan tendangan bebas untuk lawan. Pemain yang sudah saya beri kepercayaan penuh tidak bisa menemukan ritmenya karena laga sangat sering terhenti," tuturnya.

    Persib juga disibukkan bertahan karena sulit memenangi bola dari penguasaan Madura United. Sekali lagi Greg Nwokolo dan kawan-kawan bisa mebgungguli Persib dalam statistik hasil akhir pertandingan.

    "Kami sudah melakukan persiapan dan kami juga dibuat sibuk bertahan karena sulit memenangi bola. Madura United adalah tim dengan penyerangan terbaik di liga. Faktanya mereka unggul di lini tengah karena bermain lebih cepat dengan mobilitas tinggi," tutur Robert Rene Alberts.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.