Manchester United dan Sejarah Injury Time Ole Gunnar Solskjaer

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ole Gunnar Solskjaer saat konferensi pers di Stadion Old Trafford, Inggris, Kamis, 28 Maret 2019. Solskjaer diumumkan oleh klub pada Kamis, 28 Maret 2019, sebagai pelatih tetap setelah dinilai berhasil meningkatkan performa MU hingga masuk ke perempat final Liga Champions dan menduduki posisi keempat Liga Primer. REUTERS

    Ole Gunnar Solskjaer saat konferensi pers di Stadion Old Trafford, Inggris, Kamis, 28 Maret 2019. Solskjaer diumumkan oleh klub pada Kamis, 28 Maret 2019, sebagai pelatih tetap setelah dinilai berhasil meningkatkan performa MU hingga masuk ke perempat final Liga Champions dan menduduki posisi keempat Liga Primer. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pekan ke depan, mulai hari ini, Selasa 8 Oktober 2019, ada waktu yang bisa cukup atau malah sebaliknya tidak buat Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer Manchester United untuk melakukan konsolidasi terhadap pasukannya.

    Sejumlah agenda pertandingan persahabatan internasional, kualifikasi Euro 2020, Liga Nasional CONCACAF, dan kualifikasi Piala Dunia 2022 akan mengisi kegiatan sepak bola yang dinaungi badan sepak bola dunia, FIFA, pada 9-15 Oktober 2019.  

    Manchester United baru akan bermain lagi di Liga Primer Inggris pada 20 Oktober 2019 dengan menjamu Liverpool sebelum tampil di kandang Partizan empat hari kemudian pada lanjutan laga fase grup Liga Europa.

    Manchester United lagi dihantam kriris. Mereka sedang menempati peringkat ke-12 dari 20 tim dalam klasemen Liga Primer Inggris awal musim ini, 2019-2020.

    Klub berjuluk Red Devils itu hanya berjarak dua poin dari zona degradasi, urutan ke-18 sampai 20. Setan Merah hanya meraih sembilan poin dari deapan pertandingan terakhir di liga. Mereka tak pernah menang pada partai tandang dalam kompetisi domestik sejak Februari 2019.

    Manchester United gagal mencetak lebih dari satu gol sejak menggilas Chelsea 4-0 pada pertandingan perdana Liga Primer Inggris 2019-2020.

    Ketika menderita kekalahan terakhir ada partai liga terakhir sebelum memasuki jeda, yaitu 0-1 dari tuan rumah Newcastle United di Stadion St James Park, Minggu 6 Oktober 2019, hanya lima orang dari susunan 11 pemain starter saat mengalahkan Chelsea pada awal musim ini yang bisa tampil.

    Mereka adalah kiper David de Gea, gelandang Scott McTominay dan Andreas Pereira, serta bek tengah Harry Maguire.

    Lantas di mana pemain yang lain dari the winning team ketika mengalahkan Chelsea pada awal musim ini? Mereka cedera, termasuk gelandang kenamaan Prancis, Paul Pogba, yang sudah absen lima kali dari tujuh pertandingan terakhir karena cedera pergelangan kaki.

    Tapi, bukankah Manchester United punya banyak pemain muda dari akademi –yang juga sempat tampil mencengangkan pada awal Liga Champions musim lali-, para pemain pelapis, dan pemain baru yang dibeli?

    Selain problem mengatasi cedera yang dialami par pemain utama, beberapa pemain muda itu ternyata belum cukup bisa konsisten untuk tampil di Liga Primer. Adapun pemain baru yang dibeli belum memenuhi harapan. Kualitas mereka tak bisa menutup celah yang ditinggalkan pemain seperti Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez.

    Ada sejumlah pendapat soal pembelian pemain baru ini. Salah satunya kegagalan melakukan negosiasi untuk mendapatkan pemain yang bagus dengan harga yang terjangkau. Tak ada lagi pemain sekelas Harry Maguire –bek termahal di dunia saat ini- yang bisa didatangkan Manchester United.

    Ole Gunnar Solskjaer mendapat promosi menjadi manajer tetap Mancheser United pada 28 Maret 2019 untuk menggantikan Jose Mourinho yang dipecat. Ketika masih menjadi manajer sementara, Solskjaer memberikan harapan kebangkitan. Demikian juga pada masa debutnya sebagai manajer tetap.

    Dalam awal kepemimpinannya sebagai manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer hanya sekali kalah dalam 17 pertandingan.

    Bisakah Solskjaer mengatasi semua problem tersebut ketika menjamu Liverpool yang lagi begitu digdaya di puncak klasemen pada Minggu malam, 20 Oktober 2019, di Stadion Old Trafford?

    Ada banyak diskusi tentang masa depan Solskjaer, pemain yang pahlawan Manchester United ketika menjuarai Liga Champions Eropa 1998-99. Ada yang bilang ia akan dipertahankan, tapi juga ada yang bilang tidak.

    Yang jelas jika Manchester United kalah lagi ketika menjamu Liverpool pada 20 Oktober mendatang, akan ada alasan kuat untuk menghakimi Ole Gunnar Solskjaer.

    Salah satu pemain dan murid kesayangan Alex Ferguson dari Norwegia ini memang tak terlalu mentereng prestasinya sebagai manajer sebelum menangani Manchester United. Cardiff City bahkan memecatnya sebelum ia balik negaranya untuk menangani Molde.

    Tapi, Ole Gunnar Solskjaer, yang kini berusia 46 tahun, mewarisi “darah asli” Manchester United. Sebelas tahun ia menjadi pemain Setan Merah. Dialah yang menciptakan keajaiban pada final Liga Champions 1998-99 melawan Bayern Munich, yaitu dengan menyambar bola dari tandukan Teddy Sheringham untuk membobol gawang Bayern pada menit ke-90+2 menit 17 detik. United pun saat itu menang 2-1 setelah ketinggalan 0-1 sampai 36 detik menuju menit ke-90. Itu seperti mukjizat pada masa injury time, waktu tambahan setelah standar pertandingan normal 90 menit.  

    Dalam keadaan terpojok, mungkin “darah” dan naluri sebagai warga sejati Manchester United akan memompa Ole Gunnar Solskjaer untuk memotivasi para pemainnya tampil habis-habisan melawan Liverpool. Adakalanya determinasi bisa mengatasi semua masalah teknis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?