Pelatih PSG Bicara Blakblakan Soal Kritik Penggemar ke Neymar

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Paris Saint-Germain, Neymar. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    Pemain Paris Saint-Germain, Neymar. REUTERS/Gonzalo Fuentes

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel, memahami kritik yang dilontarkan penggemar terhadap Neymar menyusul batalnya pemain Brasil itu pindah. Sebab, sebelumnya Neymar terang-terangan ingin meninggalkan tim asal Paris itu.

    "Ini bukan situasi yang sederhana," kata Tuchel saat wawancara dengan beIN.

    "Para penggemar mengekspresikan dirinya dan saya benar-benar memahaminya. Mereka memiliki hak untuk itu," katanya.

    Menurut Tuchel, para penggemar bangga dengan klub dan mereka tidak senang mendengar salah satu pemain berminggu-minggu mengatakan ingin keluar.

    "Saya sudah mengatakan kepadanya (Neymar) bahwa kita perlu menghadapi kenyataan ini. Ada tekanan baginya untuk bertindak baik dan mengubah penilaian," kata Tuchel.

    Dia menegaskan hubungannya dengan Neymar tidak pernah berubah. "Saya tahu dia ingin pergi dan dia tahu saya menentangnya, karena sepertinya itu bukan waktu yang tepat atau keputusan yang tepat bagi saya," ucapnya.

    "Sebagai pelatih, jelas saya tidak ingin kehilangan dia," Tuchel menambahkan. "Tapi, pada akhirnya, kami berdua tahu keputusan itu bukan untuknya atau bagi saya. Jadi seharusnya itu tidak mempengaruhi cara kerja kami."

    Tuchel menjelaskan bahwa keputusan itu adalah ditentukan oleh direktur dan Neymar. "Posisi klub sangat jelas bahwa Neymar tidak akan bermain sampai dia mengatakan dia akan tinggal," ujarnya. "Itu membantu saya, karena saya bisa berkonsentrasi pada anggota kelompok yang lain."

    Pelatih PSG itu pun menegaskan dirinya tak perlu bertanya kepada Neymar apakah ingin bermain atau tidak. Dalam wawancara itu, Tuchel membela Neymar.

    "Dia (Neymar) orang yang sangat baik, bahkan jika itu tampaknya sulit untuk dipercaya dari luar," pelatih asal Jerman ini. "Aku bilang padanya, 'kamu bersamaku dan aku tidak akan meninggalkanmu' begitu semuanya berakhir."

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.