Persela Lamongan Latihan di Pantai, Ini yang Mereka Kerjakan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alex Dos Santos Goncalves, penyerang Persela Lamongan (Liga Indonesia)

    Alex Dos Santos Goncalves, penyerang Persela Lamongan (Liga Indonesia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecepatan dan ketahanan fisik para pemain Persela Lamongan digenjot dalam program pemusatan latihan dengan suasana baru di kawasan Pantai Wisata Delegan Gresik dan Wisata Bahari Lamongan (WBL).

    Para pemain tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini diboyong ke pantai utara Lamongan dan Gresik untuk diperbaiki kondisinya selama dua hari, Rabu dan Kamis, 9-10 Oktober 2019, pada masa jeda pertandingan Shopee Liga 1 musim ini. “Tetap pada perbaikan kondisi. Speed dan endurance,” kata Nilmaizar, pelatih Persela.

    Sedangkan Didik Ludianto, asisten Pelatih Persela, membeberkan Eky Taufik dan kawan-kawan menjalankan program latihan ketahanan di pantai, dengan medan berpasir sehingga pemain akan terbiasa berat untuk mengatasi beban.

    “Di pasir itu intinya meningkatkan stamina. Tadi pagi ada sirkuit training, ada speed, zig zag, lompat dua kaki pakai barrier, heading, lari cepat sambil bawa bola berisi pasir” tutur Didik.

    Selain latihan untuk meningkatkan kecepatan dan ketahanan secara intensif, dikatakan Didik para pemain juga diberikan materi berupa renang bersama-sama di tepi Pantai Delegan, Gresik.

    “Ini bisa meningkatkan chemistry antar pemain dengan kebersamaan berenang sama-sama menjadikan kekuatan di sisa pertandingan,” ucap Didik lagi.

    Lebih jauh, Didik mengungkapkan, para pemain Persela Lamongan memberikan respon yang positif dengan adanya latihan dengan suasana baru. Ia berharap latihan di pantai selama dua hari ini dapat mengembalikan gairah pemain pada laga-laga Liga 1 2019 berikutnya.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?