Liga 2: Menghitung Peluang PSIM Yogyakarta di Bawah Pelatih Baru

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PSIM Yogyakarta. (instagram/@psimjogja_official)

    PSIM Yogyakarta. (instagram/@psimjogja_official)

    TEMPO.CO, JakartaPSIM Yogyakarta baru saja berganti nakhoda. Tim Liga 2 yang bertarbung bintang ini menunjuk Liestiadi, Kamis, sebagai pelatih baru menggantikan Aji Santoso yang mengudurkan diri sehari sebelumnya.

    Pergantian pelatih ini terjadi di tengah posisi PSIM yang agak limbung. Mereka mengalami tiga kekalahan beruntun, sehingga kini hanya berada di posisi ketujuh klasemen dengan nilai 24 dari 18 laga.

    Lihat posisnya dalam klasemen Wilayah Timur Liga 2:

    NoTimMainGolPoin
    1Persik (lolos)20+1133
    2Mitra Kukar (lolos)19+130
    3Persewar18+628
    4Martapura19−128
    5Persis19+127
    6Sulut United19+226
    7PSIM18−324
    8PSBS19−624
    9Persiba19+224
    10Persatu17−720
    11Madura (degradasi)19−620

    Ini posisi yang unik. Dengan dua laga tersisa, PSIM masih mungkin lolos ke babak 8 besar, meski peluangnya tipis. Tapi, mereka juga masih bisa terjerembab ke jurang degradasi.

    Putusan untuk memilih Liestiadi ketika tim dalam posisi seperti itu juga bisa dibilang menarik. Musim ini, Liestiade gagal di Blitar Bandung United. Ia lengser di tengah jalan ketika tim asuhnnya, yang juga disebut Persib B, terus tampil kedodoran.

    Liestiade akhirnya digantikan Budiman. Tapi, terjun bebas Persib B tak bisa dihentikan dan tim satelit Persib Bandung itu akhirnya menjadi klub pertama Liga 2 yang musim ini terdegradasi ke Liga 3.

    Seperti apa tantangan yang dihadapi Liestiadi? Untuk bisa meloloskan PSIM ke babak 8 besar, ia membutuhkan sedikit keajaiban. Dengan 2 aga tersisa, mereka sudah tertinggal 4 poin dari Martupura FC yang ada di posisi keempat klasemen dan masih memiliki satu laga tertunda. PSIM juga tertinggal 4 poin dari Persewar Waropen yang ada di posisi ketiga tapi masih memiliki dua laga tersisa.

    Dengan asumsi PSIM bisa memenangi seluruh laga sisa, maka nilai yang akan dikumpulkannya adalah 30. Dengan asumsi sama, nilai maksimal Martapura FC adalah 31, sedangkan nilai Persewar menjadi 34. Artinya, PSIM membutuhkan keajaiban, yakni mereka bisa terus menang dan dua pesaingnya terus kalah dalam laga sisanya.

    Bila kemenangan gagal diraih dalam kedua laga sisa tersebut, PSIM justru bisa terdegradasi. Mereka kini hanya unggul 4 poin dari Persatu Tuban, yang ada di zona degradasi dan masih memiliki 3 laga tersisa. Salah satu laga sisa Persatu adalah menghadapi PSIM, yang akan menjadi semacam final untuk menghindari degradasi.

    Dengan posisi seperti ini, tak heran bila sebelum menerima pinangan manajemen PSIM, Liestiadi sempat mengajukan syarat. “Saya bilang ke manajemen, target utama saya bagaimana PSIM tidak terdegradasi (ke Liga 3). Kalau soal masuk delapan besar itu nanti, yang penting aman dulu dari degradasi,” ujarnya.

    Jadwal PSIM Yogyakarta selanjutnya adalah melawan Persatu Tuban (13 Oktober) dan Persis Solo (21 Oktober).

    LIGA INDONESIA | PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?