Tampil Buruk, Manchester United Terancam Ditinggal Sponsor

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United, Mason Greenwood, Scott McTominay, Brandon Williams dan Fred, memberi tepuk tangan kearah penonton usai pertandingan Grup L Liga Eropa di Cars Jeans Stadion, Hague, 4 Oktober 2019. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    Pemain Manchester United, Mason Greenwood, Scott McTominay, Brandon Williams dan Fred, memberi tepuk tangan kearah penonton usai pertandingan Grup L Liga Eropa di Cars Jeans Stadion, Hague, 4 Oktober 2019. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    TEMPO.CO, Jakarta - Ole Gunnar Solskjaer boleh saja sesumbar posisinya masih aman sebagai Manajer Manchester United. Namun bagian manajemen klub nampaknya mulai merasa was-was.

    Pasalnya, sponsor utama Manchester United, Chevrolet, mengancam tidak akan meneruskan kerja sama di musim berikutnya. Pabrikan mobil asal Amerika Serikat ini tidak terkesan dengan prestasi yang dibuat MU selama tujuh tahun kontrak berjalan.

    Di sisi lain, manajemen Chevrolet juga tak terima dengan anggaran yang diberikan karena ternyata jauh lebih besar bila dibandingkan dengan sponsor sebelumnya. Bahkan Kepala Pemasaran Global Chevrolet, Joel Ewanick, harus melepaskan jabatannya tak lama setelah terjadi kesepakatan antara MU dengan Chevrolet.

    Chevrolet menandatangani kesepakatan kerja sama dengan MU pada 2012 dengan nilai mencapai 410 juta poundsterling. Kerja sama berdurasi tujuh tahun ini baru berjalan pada 2014 dan setiap musim Chevrolet harus mengeluarkan dana 58,6 juta poundsterling.

    Angka itu jauh lebih besar bila dibandingkan dengan AON (2010-2014) yang membayar 19,6 juta poundsterling per musim, AIG (2006-2010) 14,1 juta poundsterling per musim. Lalu Vodafone (2000-2006) 8 juta poundsterling per musim.

    Chevrolet wajar merasa kecewa. Sebab selama tujuh musim terakhir Manchester United belum pernah meraih trofi Liga Inggris lagi. Mereka juga kesulitan bersaing di Liga Champions. Kini, Paul Pogba dan kawan-kawan hanya berjarak dua poin dari penghuni zona degradasi di kompetisi domestik.

    DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.