Mengenal Calon Ketua Umum PSSI: Vijaya Fitriyasa

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vijaya Fitriyasa. (antara)

    Vijaya Fitriyasa. (antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu calon sementara ketua umum PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), Vijaya Fitriyasa, tak setenar La Nyalla Mattalitti atau Mochammad Iriawan dalam ekosistem sepak bola Indonesia. Ia selama ini lebih banyak dikenal di dunia bisnis, sebagai pemimpin sejumlah perusahaan minyak dan gas nasional.

    Namun, Vijaya sebenarnya sudah aktif di dunia sepak bola. Ia tercatat memiliki klub yang diakui sebagai anggota Asprov PSSI DKI Jakarta, yakni Jakarta United Football Club (JUFC) yang pada 2018 berlaga dalam Liga 3 Indonesia zona DKI.

    Vijaya juga telah mengakuisisi 70 persen saham perusahaan Persis Solo, PT Persis Solo Saestu (PSS). 20 persen saham lainnya dimiliki Sigid Haryo Wibisono, sedangkan 10 persen sisanya dikuasai klub yang menjadi anggota Persis.

    Bukti keseriusan Vijaya dalam mengelola Persis Solo adalah dengan siap menggelontorkan dana besar sampai Rp60 Miliar, dengan target promosi ke Liga 1.

    Sebabagai calon ketua, Vijaya mengusung agenda besar untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada PSSI. "Saya ingin mengembalikan kepercayaan publik terhadap PSSI. PSSI harus dikelola secara profesional, sesuai tuntutan sebagai industri dan entitas bisnis," kata dia, saat memaparkan visi dan misinya belum lama ini.

    Vijaya juga menginginkan PSSI lebih transparan. Ia ingin memiliki badan audit internal dan independen serta akan menggaji pengurus PSSI dengan layak. Dengan gaji yang layak, Vijaya yakin tak akan ada lagi masalah pengaturan skor dalam persepakbolaan Indonesia.

    Ia juga ingin membawa sepak bola Indonesia maju agar sejajar dengan negara-negara lain, khususnya berada pada level yang sama dengan negara-negara Asia lainnya. "Sehingga dengan begitu, saya berkeinginan bangsa Indonesia mampu menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan Piala Dunia," kata Vijaya.

    Untuk mewujudkan ambisinya itu, Vijaya mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah pengusaha nasional agar mendukungnya sebagai Ketum PSSI, serta berdiskusi tentang gagasan memajukan persepakbolaan nasional.

    Vijaya Fitriyasa awalnya masuk dalam 11 calon ketua umum PSSI 2019-2023. Namun, dari tiga dari calon itu telah dicoret meski masih boleh banding, yakni Arif Wicaksono, Sarman El Hakim, dan Yesayas Oktavianus. Karena itu, pesaingnya saat ini tinggal Ketua DPD RI 2019-2024 La Nyalla Mattalitti, Chairman klub Liga Australia Brisbane Roar Rahim Soekasah, manajer klub Liga 3 Persigo Semeru FC Aven Hinelo, anggota DPR RI 2014-2019 sekaligus politisi Partai Gerindra Fary Djemi Francis, Brigjen TNI (Purn) Bernhard Limbong, Jenderal Bintang 3 Mochammad Iriawan, dan manajer tim sepak bola PraPON DKI Jakarta Benny Erwin.

    Berikut profil singkat Vijaya:

    Karier Bisnis
    1999-2001 Tabloid Agenda (pemimpin umum)
    2001-2004 PT. Indoconsult, Jakarta (partner)
    2004-2006 PT. Multi Kontrindo Perkasa, Jakarta (president director)
    2006-2008 Global Patra International, Singapura (managing director)
    2008-2012 PT. Bumi Karya Artha, Jakarta (consultant)
    2010-2012 PT. Sarana Yudha Perkasa, Jakarta (consultant)
    2012-2014 PT. Perth Scientific, Jakarta (consultant)
    2014-2017 PT. Taruko Energy, Jakarta (director)
    2016-sekarang PT. Geopetro Daya Nusa (president commisioner)
    2016-sekarang PT. Bintang Samudra Timur (president commisioner)
    2016-sekarang PT. Minerba Trada Utama (president commisioner).

    ORGANISASI
    2002-2004 Pusat Badan Kejuruan Mesin, Persatuan Insinyur Indonesia (pengurus)
    2008-2012 Dewan Tani Indonesia (bendahara umum)
    2012-2014 Asosiasi Pemasok Batubara dan Energi Indonesia (wakil sekjen).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.