Liga 2: PSIM Yogyakarta Siaga Penuh demi Lawan Persis Solo

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persis Solo. (instagram/official.persissolo)

    Persis Solo. (instagram/official.persissolo)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta berjanji mempersiapkan diri secara penuh menyongsong laga derby Mataram melawan Persis Solo dalam laga pamungkas Grup Timur Liga 2 di Stadion Mandala Krida, pada 21 Oktober 2019.

    Sama sama mengkoleksi nilai 27, PSIM tak bisa santai menyongsong laga lawan musuh bebuyutannya tersebut demi memperbesar asa masuk babak delapan besar, yang menjadi tangga naik kasta musim depan.

    Lantas apa persiapan pelatih baru PSIM Liestiadi demi laga sarat gengsi itu?

    "The winning team ini saya pertahankan, hanya mungkin kami rombak sedikit saja," ujar Liestiadi usai PSIM menjamu Persatu Tuban di Stadion Mandala Krida, Ahad 13 Oktober 2019.

    Dalam laga itu, komposisi pemain yang diracik Liestiadi mengiringi kemenangan Laskar Mataram 2-0 atas Persatu Tuban.

    Eks pelatih Persib Bandung B itu membuat gebrakan salah satunya dengan menurunkan Yoga Pratama dan Dwi Raffi Angga yang sebelumnya jarang jadi pilihan eks pelatih PSIM, Aji Santoso. Terbukti racikan Liestiadi moncer karena dua pemain itu masing masing menyumbang gol dan mengantar kemenangan untuk Laskar Mataram.

    "Tapi untuk pemain saya tegaskan semua punya kesempatan sama, siapa paling siap karena persiapan kami untuk laga itu lumayan longgar. Semoga menang lawan Solo dan kalau diizinkan Allah kami maju babak delapan besar," ujarnya.

    Terlebih, laga lawan Persis, sang pilar Cristian Gonzales alias El Loco sudah bisa dimainkan. El Loco harus absen dalam laga menjamu Persatu Tuban akibat akumulasi kartu. "Hanya saja saat lawan Persis kami juga harus kehilangan Hendra Wijaya. Dia tak bisa main karena akumulasi," ujarnya.

    Liestadi mengaku lega PSIM masih punya waktu lumayan cukup demi masa pemulihan pemain dan mempersiapkan segalaya untuk melawan Persis Solo. "Kami kan tanding (lawan Persis) tanggal 21 Oktober, jadi kami masih punya setidaknya empat kali latihan," ujarnya.

    Namun, sebelum memasuki fase latihan kembali untuk laga pamungkas itu, Liestiadi meminta anak asuhnya rileks dulu. Mereka dibebaskan menikmati hasil poin penuh atas Persatu Tuban yang berakhir 2-0. "Biar pemain free dulu setelah lawan Tuban ini, setelah itu kami siapkan penuh untuk Persis Solo," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.