9 Fakta Menarik 700 Gol Cristiano Ronaldo

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, JakartaCristiano Ronaldo mencetak gol ke-700 dalam kariernya saat Portugal dikalahkan tuan rumah Ukraina dengan skor 1-2 dalam lanjutan Kualifikas Euro 2020, Selasa dinihari WIB.

    Ronaldo mencetak golnya dari titik putih pada menit ke-72 setelah Taras Stepanenko dianggap menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak penalti.

    Berikut sejumlah fakta tenang ke-700 gol Ronaldo

    • Megabintang Portugal itu menjadi pemain keenam sepanjang sejarah yang mencapai raihan 700 gol dalam kariernya. Lima pemain sebelum dia adalah Josef Bican yang pernah membela tim nasional Austria dan Cekoslowakia (kini terpecah menjadi Republik Ceko dan Slovakia), Romario (Brasil), Pele (Brasil), Ferenc Puskas (Hongaria dan Spanyol) serta Gerd Mueller (Jerman Barat).

    • Ronaldo juga kini unggul 27 gol dibandingkan rival abadinya, Lionel Messi.

    • 450 gol Ronaldo dicetak untuk Real Madrid antara 2009 dan 2018.

    • Musim 2011-12 di Santiago Bernabeu, menjadi kampanye tersubur dalam kariernya, dengan menyumbang 69 gol.

    • Ronaldo melewati angka 300 dengan mencetak gol ke-3001 di La Liga, sekaligus menjadikannya kompetisi tersebut favorit dalam kariernya.

    • Pemain Portugal ini mencetak gol penalti ke gawang Ukraina dengan kaki kanannya. Sepanjang kariernya ia sudah mencetak 442 gol dengan kaki tersebut, 129 gol dengan kirinya, 127 gol dengan kepalanya, dan dua dengan bagian tubuh lainnya.

    • Ronaldo mencetak 113 gol dari titik penalti dan 55 gol dari tendangan bebas.

    • Periode waktu yang paling umum bagi Ronaldo untuk mencetak gol adalah antara menit ke-76 dan ke-90, yakni 165 gol.

    • Ronaldo hanya membutuhkan 5 gol lagi agar koleksi golnya untuk Portugal mencapai 100.

    OPTA | MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.