Bulgaria Vs Inggris: Pelatih Tuan Rumah Bantah Ada Aksi Rasis

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pertandingan Kualifikasi Euro 2020 antara Bulgaria melawan Inggris harus tercoreng oleh aksi rasis pendukung tuan rumah. Suporter Bulgaria yang meramaikan Stadion Natsionalen Vasil Levski, Sofia, diduga melakukan rasis terhadap para pemain Timnas Inggris.

    Pelatih Bulgaria, Krasimir Balakov justru membantah adanya sikap rasis di laga tersebut. Ia mengatakan tidak mendengar umpatan ataupun ucapan rasis di pertandingan yang dimenangkan Inggris itu.

    "Saya tidak mendengar apa-apa. Saya hanya berbicara kepada pers Inggris dan kalau ini terbukti benar maka kami harus malu dan meminta maaf untuk itu. Tapi, pertama harus dibuktikan benar," kata Balakov.

    Saat ditanya ihwal sikap kapten Timnas Bulgaria, Ivelin Popov, yang berbicara langsung ke suporter, Balakov menduga percakapan tersebut seputar penampilan tim.

    Menanggapi pernyataan itu, gelandang Timnas Inggris Jordan Henderson menilai sikap yang ditunjukkan Balakov tidak dapat diterima. Menurut pemain Liverpool ini, Balakov harus meminta maaf atas nama tim. "Saya mengatakan kepadanya bahwa dia tahu apa yang sedang terjadi. Dia tahu apa masalahnya," kata Henderson.

    Reporter Sky Sports yang berada di dalam stadion melaporkan ketika pemain Inggris berkulit hitam mendapatkan bola mereka menjadi sasaran pelecehan rasis dan umpatan kasar dari penonton. Namun hingga saat ini UEFA menolak berkomentar tentang peristiwa yang terjadi di laga Bulgaria versus Inggris.

    Di laga itu Inggris menang telak enam gol tanpa balas. Enam gol The Three Lions dikemas oleh Marcus Rashford, Barkley (dua gol), Raheem Sterling (dua gol), Harry Kane. Inggris membutuhkan satu poin untuk melaju ke putaran final Piala Eropa 2020.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.