Alasan Jurgen Klopp Pernah Tolak Man United dan Real Madrid

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Liverpool Jurgen Klopp. REUTERS/Peter Powell

    Pelatih Liverpool Jurgen Klopp. REUTERS/Peter Powell

    TEMPO.CO, JakartaJurgen Klopp kini mulai menuai buah manis dari kecemerlangannya sebagai pelatih bersama Liverpool. Musim lalu, ia membawa The Reds menjadi juara Liga Champions. Musim ini, timnya juga terus tampil sempurna dalam 8 laga awal Liga Inggris.

    Kecemerlangannya sudah terlihat menonjol saat masih menukangi klub Jerman Borussia Dortmund. Kala itu ia mampu membawa klub tersebut menjadi rival yang berat bagi Bayern Munchen, bahkan mampu mengantarnya menjadi dua kali juara juara Bundesliga dan sekali menjadi runner-up Liga Champions.

    Sebelum berlabuh di Liverpool pada 8 Oktober 2015, ia sudah mendapat banyak tawaran dari klub besar, termasuk Manchester United dan Real Madrid. Ia menolaknya dan memilih bergabung ke Anfield.

    Penolakan itu diungkapkan mantan striker Liverpool, Robbie Fowler. "Saya melakukan wawancara dengan Klopp beberapa tahun yang lalu," kata Fowler kepada Mirror.

    Fowler melanjutkan, "Dia mengatakan telak menolak beberapa klub yang sangat kaya, salah satunya Manchester United, dan yang lainnya mungkin Real Madrid, karena dia tidak suka bagaimana mereka hanya berfokus pada kepentingan bisnis."

    Menurut Fowler, Liverpool cocok dengan filosofi kepelatihan Klopp. "Dia mengatakan dia menyukai Liverpool karena mereka punya keseimbangan antara uang yang dibutuhkan untuk mencapai puncak, sejarah, serta identitas klub dan penggemar mereka."

    Jurgen Klopp dikenal sebagai pelatih yang mengandalkan sepak bola menyerang dengan tempo tinggi. Gaya itu membutuhkan waktu cukup lama untuk diserap dan diresapi pemain. Di Liverpool, gaya itu sudah terlihat jelas dan kini sudah berbuah trofi bergengsi.

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.