PSIM Yogya Vs Persis Solo: Panitia Tambah Personil Keamanan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PSIM Yogyakarta. (liga-indonesia.id)

    PSIM Yogyakarta. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSIM Yogyakarta menyediakan kuota tiket sebanyak 17.500 lembar saat PSIM menjamu Persis Solo dalam lanjutan Liga 2 Indonesia di Stadion Mandala Krida, Senin, 21 Oktober 2019. Namun, dari belasan ribu tiket yang dijual dengan harga mulai Rp 35- 100 ribu itu, tak satu tiket pun dialokasikan untuk pendukung Persis Solo.

    Hal ini menyusul keputusan manajemen PSIM tak memberi kuota bagi suporter Solo dengan alasan menjaga keamanan laga berjuluk Derby Mataram. 

    Pertemuan antar PSIM dan Persis tak hanya sengit di lapangan hijau tapi seringkali berimbas ke luar lapangan. Masing masing suporter kerap saling bergesekan di media sosial bahkan bisa panas di jalanan.

    "Tiket kami jual Kamis, 17 Oktober dan targetnya selesai Sabtu penjualannya," ujar Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar, Selasa, 15 Oktober 2019. Pihak Panpel PSIM pun juga menegaskan tak akan menjual tiket secara online. Penjualan tiket hanya dilayani secara offline melalui dua wadah suporter resmi PSIM yakni Brajamusti dan The Maident.

    Wendy berharap pada hari H pertandingan tidak ada lagi penjualan tiket. Sehingga situasi untuk laga benar benar kondusif. Ia mengatakan untuk menjamin keamanan suporter yang datang panitia sepakat dengan kepolisian Yogyakarta untuk menambah kekuatan personil keamanan. Biasanya aparat keamanan yang diturunkan mencapai 8.00 orang, kini menjadi 1.000 personil.

    "Di tiap tribun penonton kami juga sudah koordinasi dengan pihak TNI. Saat suporter PSIM datang dan pulang juga mendapat pengawalan," ujarnya.

    "Jaminan keamanan tim tamu juga sepenuhnya tangguh jawab kami. Mulai dari penjemputan tim, official training, saat laga dan usai laga sudah kami siapkan," Wendy menambahkan.

    Wendy berharap laga PSIM versus Persis Solo yang menjadi laga pamungkas masing-masing klub ini berjalan kondusif. Ia meminta tak perlu lagi ada perang urat syaraf pendukung di media sosial dan di lokasi manapun. "Kami meminta suporter tak terpancing provokasi, tetap menjaga sikap sebagai tuan rumah. Semoga klub tak terkena denda apapun (dari Komisi Disiplin PSSI)," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.