Marco Verratti: Saya Dilahirkan Sebagai Pemain Sepak Bola

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Italia, Marco Verratti (tengah), menggiring bola dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Liechtenstein di Stadion Ennio Tardini, Parma, Italia, Rabu, 26 Maret 2019. Stefano Sensi, Marco Verratti, Moise Kean, dan Leonardo Pavoletti dan Fabio Quagliarella menjadi penjebol gawang dalam pertandingan malam itu. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Pemain Italia, Marco Verratti (tengah), menggiring bola dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Liechtenstein di Stadion Ennio Tardini, Parma, Italia, Rabu, 26 Maret 2019. Stefano Sensi, Marco Verratti, Moise Kean, dan Leonardo Pavoletti dan Fabio Quagliarella menjadi penjebol gawang dalam pertandingan malam itu. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    TEMPO.CO, Jakarta - Marco Verratti menegaskan ia dilahirkan untuk menjadi pemain sepak bola. “Kaki saya seperti bisa bermain bola dengan sendirinya,” kata pemain gelandang Paris Saint-Germain ini kepada RMC Sport di Prancis.

    Wawancara tersebut berlangsung setelah ia menjadi kapten tim nasional Italia untuk pertama kali ketika mengalahkan Liechtenstein 5-0 dalam pertandingan lanjutan kualifikasi Euro 2020, Rabu 16 Oktober 2019.

    “Saya lebih suka kebobolan sebuah gol daripada hanya menendang bola tanpa tujuan yang jelas tentang siapa yang akan saya beri umpan,” kata Verratti.

    “Itu sulit dijelaskan. Saya hanya berpikir sejumlah orang dilahirkan untuk bermain sepak bola. Anda mungkin berpiki saya gila. Tapi, terkadang, saya menyadari bahwa saya melakukannya,” Verratti melanjutkan.

    Pemain berusia 26 tahun ini sebelumnya membela Pescara di Liga Italia selama empat tahun pada 2008-2012 sebelum direkrut klub raksasa Liga 1 Prancis, Paris Saint-Germain, pada 2012 dan bertahan di Paris sampai sekarang.

    Verrati masuk tim senior Italia sejak 2012 setelah sebelumnya membela tim Italia U-19, U-20, dan U-21 sampai 2013. Ia mengatakan senang kalau bertemu dengan pelatih yang punya kesamaan visi bermain sepak bola dengannya.  

    “Pemain yang ingin menguasai bola selama mungkin dan juga membiarkan naluri bermainnya terus mengalir,” kata pemain dengan tubuh mungil ini, dengan tinggi 165 centimeter.

    “Hari ini permainan sepak bola lebih cenderung mengandalkan kekuatan fisik dan terkadang tidak berlangsung secara spektakuler. Tapi, saya  tetap meyakini tim yang bermain sepak bola lebih bagus, lebih punya peluang untuk menang,” kata Marco Verratti yang sudah membawa Italia lolos ke putaran final Euro 2020.

    FOOTBALL ITALIA | SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.