Pelatih Barcelona Minta El Clasico Tak Dipindah atau Ditunda

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde memantau anak asuhnya saat latihan jelang pertandingan EL Classico melawan Real Madrid di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Barcelona, 27 Oktober 2018. REUTERS/Albert Gea

    Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde memantau anak asuhnya saat latihan jelang pertandingan EL Classico melawan Real Madrid di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Barcelona, 27 Oktober 2018. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Barcelona Ernesto Valverde meminta otoritas sepak bola Spanyol untuk tidak menunda atau memindahkan pertandingan El Clasico vs Real Madrid demi menghormati para suporter, menyusul aksi protes dan demonstrasi di Katalunya.

    La Liga telah meminta Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) untuk memindahkan atau menunda pertandingan dua klub rival itu, yang digelar pada 26 Oktober karena protes yang sedang berlangsung di Katalunya atas pemenjaraan sembilan pemimpin separatis wilayah itu.

    Surat kabar Spanyol El Mundo melaporkan pada Kamis bahwa RFEF siap untuk menunda pertandingan. Namun, Valverde yakin bahwa pertandingan harus berjalan sesuai jadwal.

    “Sudah banyak yang dibicarakan tentang pertandingan ini. Memang benar ada proposal untuk mengubah tanggal atau lokasi pertandingan, tetapi kami tidak mendukungnya karena kami bermain (tandang) pada Rabu sebelumnya," ujar Valverde dalam konferensi pers pada Kamis, yang dilansir Reuters.

    “Masih ada sembilan hari lagi sampai pertandingan. Kita harus menghormati jadwal dan juga para penggemar," kata Valverde. "Dalam keadaan normal kami akan bermain di kandang. Mereka mengantisipasi keadaan yang berbeda dan sementara kami tahu bahwa pekan ini luar biasa, kami berharap bisa bermain di lapangan kami. Itulah yang ingin kami lakukan.”

    Pekan ini sejumlah protes dan bentrokan keras antara demonstran serta polisi terjadi di seluruh wilayah Katalunya setelah Spanyol memutuskan untuk memenjarakan sembilan pemimpin separatis mereka karena berperan dalam menggelar referendum kemerdekaan.

    "Ini adalah kesempatan bagi orang-orang di masyarakat, serta penggemar kami untuk menunjukkan sejumlah hal. Kami menghargai lawan kami dan pertandingan masih bisa digelar," kata pelatih Barcelona itu. “Kami ingin menyingkirkan semua pendapat yang mengatakan permainan tidak akan berjalan. Kami dapat menunjukkan bahwa pertandingan bisa dimainkan seperti biasa.”

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.