AC Milan vs Lecce Jadi Tantangan Pertama Stefano Pioli

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stefano Pioli. Instagram/@acmilan

    Stefano Pioli. Instagram/@acmilan

    TEMPO.CO, Jakarta - Stefano Pioli kembali bermarkas di San Siro, akhir pekan ini. Bagi pelatih berusia 53 tahun itu, Stadion San Siro bukanlah tempat asing. Pada musim 2016/2017 dia pernah berdinas di sana sebagai Manajer Inter Milan.

    Kini Pioli kembali ke Kota Milan dengan menyandang status sebagai Manajer AC Milan. Sejak Rabu pekan lalu, petinggi Milan menunjuk Pioli sebagai manajer tim utama.

    Pioli menggantikan Marco Giampaolo yang dipecat lantaran buruknya performa Milan. Dalam tujuh laga, Milan hanya mampu meraih tiga kemenangan. Sisanya berakhir dengan kekalahan.

    Walhasil, Milan kini bertengger di posisi ke-13 dalam klasemen sementara Seri A musim 2019/2020. Gianluigi Donnarumma dan kolega hanya terpaut tiga poin dari garis degradasi.

    Sebagai manajer anyar, Pioli diharapkan bisa mengembalikan kualitas permainan Milan. Singkat cerita, Milan wajib naik peringkat di tangga klasemen. Caranya, tentu saja I Rossoneri harus meraih poin sebanyak-banyaknya dan tak boleh gampang tumbang lagi.

    Namun, belum juga bekerja, Pioli sudah dirundung masalah. Sejumlah fan Milan sempat menolak kedatangannya. Alasannya, Pioli pernah menjadi Manajer Inter. Maklum, rivalitas dan sentimen antara fan Milan dan Inter sangat tajam.

    Tugas pertama Pioli adalah memenangi laga lawan Lecce di San Siro, Senin pekan depan. Di atas kertas, tugas tersebut tergolong mudah. Alasan pertama, Milan bermain di kandang sendiri.

    Kedua, Lecce tergolong tim lemah karena berada di peringkat ketiga dari bawah. Selain itu, komposisi pemain Milan lebih mewah dibanding tim berjulukan Giallorossi itu.

    Sejumlah media Italia memprediksi mantan pelatih Fiorentina itu memakai strategi andalannya, 4-3-3. Namun Pioli sepertinya akan melakukan sejumlah perubahan di lini tengah dan depan.

    Untuk tiga posisi penyerang, Pioli diperkirakan memasang Krzysztof Piatek sebagai penyerang tengah. Untuk sayap kanan, dia akan memainkan Suso, yang sempat menjadi pilihan utama manajer sebelumnya.

    Sementara itu, untuk sayap kiri, media-media Italia menebak Pioli akan memasang Ante Rebic. Penyerang berkebangsaan Kroasia itu baru datang pada awal musim ini sebagai pemain pinjaman dari Eintracht Frankfurt.

    Pemain berusia 26 tahun itu bermain cukup apik musim lalu. Namun Giampaolo tak terlalu tertarik memainkan Rebic. Pemain dengan tinggi 185 sentimeter itu hanya dimainkan tiga kali dan lebih sering tampil sebagai pemain pengganti.

    Bukan cuma teknis, faktor nonteknis juga tak luput dari perhatian Pioli. Kabarnya, dia meminta skuadnya membiasakan makan bersama dengan posisi duduk mengelilingi sebuah meja panjang.

    Sebelumnya, di ruang makan skuad Milan hanya tersedia sejumlah meja kecil, sehingga para pemain duduk terpisah. Pioli yakin jika para pemain duduk melingkar di satu meja, secara batin mereka menjadi lebih dekat. Kedekatan ini diharapkan bisa terjaga hingga di lapangan.

    Bek kanan Theo Hernandez mengakui cara pendekatan Pioli lumayan manjur. Pemain berusia 22 tahun itu mengatakan Pioli tipikal pelatih yang rajin bergabung bermain bola ketika latihan.

    "Ide-idenya bagus dan jelas. Sepertinya ini modal bagus kami untuk bisa kembali ke atas klasemen. Saya optimistis kami masih bisa finis di posisi empat besar," kata mantan pemain Real Madrid itu.

    Kiper serep Milan, Pepe Reina, juga mengatakan kedatangan Pioli membawa harapan baru untuk timnya. Menurut mantan kiper Liverpool itu, Pioli cukup terampil dalam menyusun kekuatan mental para pemainnya.

    Penjaga gawang berusia 37 tahun itu menyatakan skuad Milan saat ini makin termotivasi untuk mengakhiri rentetan buruk pada awal musim. "Kami sepakat untuk membalas kinerja buruk kami di laga berikutnya. Kami yakin bisa tampil apik pada paruh kedua musim ini," kata Reina.

    FOOTBALL ITALIA | SKY SPORTS | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.