Calon Ketua PSSI, Vijaya Fitriyasa: Ada 3 Masalah PSSI

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vijaya Fitriyasa. (antara)

    Vijaya Fitriyasa. (antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Ketua PSSI, Vijaya Fitriyasa, optimistis bisa meraih dukungan dari pemilik suara untuk memimpin induk sepak bola di Indonesia. Pemilik klub Persis Solo ini mempunyai motivasi memperbaiki carut marut pengelolaan sepak bola.

    Ia pun menyoroti ada tiga persoalan yang mendesak diselesaikan pengurus PSSI yang baru. "Dari mulai kesulitan mencari sponsor, kemudian jadwal liga yang amburadul sampai pada kasus pengaturan skor," kata Vijaya saat ditemui Tempo di Menara Global, Jakarta, 17 Oktober 2019.

    Vijaya mengklaim punya modal kuat untuk bersaing di kongres pemilihan pada November nanti. Pertama, status sebagai pemilik klub yang berlaga di kompetisi Liga Indonesia merupakan modal utama untuk mengelola sepak bola Indonesia. Ia juga menyebutkan sebagai bagian dari generasi baru sepak bola Indonesia yang berisi anak-anak muda yang ingin perubahan.

    "Saya sebagai anak muda yang tidak pernah terlibat di kepengurusan PSSI sebelumnya. Sehingga tidak terkontaminasi oleh persoalan masa lalu PSSI," ungkap dia.

    Vijaya juga telah menyusun program kerja untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap PSSI. Menurut dia, citra federasi sepakbola Indonesia sudah di titik nadir dengan jebloknya prestasi Timnas Indonesia. Apalagi sudah ada pengurus PSSI yang dijebloskan ke penjara karena terjerat kasus mafia bola. "Ini menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap PSSI," kata dia.

    Dampak dari buruknya citra PSSI tersebut langsung terasa ke klub, Vijaya mengatakan rekan-rekannya sesama pemilik klub kesulitan mencari sponsor. Menurut dia, klub kasta tertinggi Liga 1 biasanya mampu merangkul empat sponsor. Namun kali ini, ia menyebut, untuk bekerja sama dengan satu perusahaan saja sudah kesulitan.

    "Mereka tidak percaya sama PSSI bahwa kalau mereka sponsori PSSI bisa lebih bagus. Kalau mereka membantu pertanggunjawabannya bagus," kata Vijaya

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.