Calon Ketua PSSI: Vijaya Fitriyasa Kritisi Keuangan PSSI

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Ketua Umum PSSI Vijaya Fitriyasa. TEMPO/Irsyan

    Calon Ketua Umum PSSI Vijaya Fitriyasa. TEMPO/Irsyan

    TEMPO, Jakarta - Calon Ketua PSSI, Vijaya Fitriyasa, menilai federasi sepak bola Indonesia harus membangun citra positif di mata publik. Menurut dia, salah satu yang bias dilakukan ialah dengan menerapkan tata kelola lembaga yang baik (good governance).
     
    Langkah pertama, kata pemilik klub Persis Soloini, ialah menerapkan sistem transparansi. "Keuangan PSSI harus diaudit oleh auditor independen. Berapa uang yang diterima PSSI, berapa yang dikeluarkan. Apakah PSSI untung atau rugi," kata Vijaya saat ditemui Tempo di Menara Global, 17 Oktober 2019.
     
    Kondisi keuangan PSSI, kata Vijaya harusnya menjadi informasi publik. Dengan adanya informasi yang terbuka, kepercayaan publik ke PSSI pun bisa terbangun. "Sehingga nanti sponsor berani memberikan dukungan finansial karena PSSI transparan," kata dia.
     
    Prinsip selanjutnya, lanjut dia, yakni penerapan sistem akuntabel untuk pengelolaan keuangan PSSI. Vijaya mengatakan seluruh pemasukan dan pengeluraan dana milik organisasi harus bisa dipertanggungjawabkan. "Uang yang sudah keluar itu untuk apa saja, apakah digunakan sesuai dengan program dicanangkan PSSI. Apakah itu efektif apa tidak, apa ada pemborosan apa tidak," kata dia.
     
    Selain mendorong PSSI bisa diaudit, ia juga ingin PSSI dikelola oleh manajemen yang profesional. Ke depan, kata Vijaya, pengurus PSSI perlu digaji dengan baik sehingga bisa dimintai pertanggungjawaban mengenai kinerja organisasi. "Kalau ini bisa diterapkan, saya yakin kepercayaan publik akan pulih kepada PSSI," sebut dia.
     
    Vijaya berharap dengan kembalinya kepercayaan publik PSSI bisa dengan mudah menggandeng sponsor. Secara tidak langsung, dampak yang bisa dirasakan ialah untuk membiayai program kerja membangun Timnas Indonesia yang berkualitas. "PSSI bisa mengangkat pelatih yang lebih bagus. Kita bisa bangun national training centre dan program lainnya," kata dia.
     
    IRSYAN HASYIM
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.