Liga Inggris Angkat Kampanye Lawan Rasisme

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situs Premier League berubah tampilan (Sumber: Premier League)

    Situs Premier League berubah tampilan (Sumber: Premier League)

    TEMPO.CO, Jakarta - Halaman utama situs resmi Premier League berubah tampilan. Biasanya, gambar atau foto utama menampilkan para pemain atau pelatih dari Liga Inggris.

    Kali ini dan selama dua pekan ke depan, foto halaman utama berisi tampilan gambar yang mengusung tema melawan aksi rasis. Tema yang diangkat ialah 'No Room For Racism'.

    Ketua Eksekutif sementara Liga Inggris, Richard Masters, mengatakan para penggemar sepak bola Inggris mempunyai kepercayaan yang sama bahwa rasisme tidak mempunyai tempat di sepak bola dan masyarakat luas. "Mengatasi diskriminasi adalah prioritas dan kami melakukan berbagai pekerjaan di bidang ini sepanjang tahun," kata Masters.

    Fase kampanye 'No Room For Racism' akan disaksikan di semua pertandingan Liga Inggris selama dua pekan ke depan mulai 19-27 Oktober 2019. Semua pihak terlibat dalam kampanye ini.

    Operator membuka akses pengaduan dan meminta siapa saja untuk melapor tanpa ragu bila mendapati ada aksi rasisme. "Jika Anda melihatnya, laporkan," begitu bunyi pesannya.

    Secara khusus, operator Liga Inggris juga meminta kepada perusahaan media sosial untuk terlibat dalam kampanye tersebut. "Kami tidak akan mentoleransi rasisme dalam bentuk apa pun dan mendesak siapa pun yang menyaksikan perilaku rasis untuk melaporkannya," kata Masters.

    Isu rasisme menjadi perhatian di Inggris usai Timnas Inggris melawan Bulgaria di Kualifikasi Euro 2020. Dalam pertandingan itu, para pemain Inggris menerima umpatan dan hujatan berbau rasis dari pendukung tuan rumah. Bahkan Ketua Federasi Sepak Bola Bulgaria, Borislav Mihaylov, mengundurkan diri tak lama usai laga tersebut.

    PREMIER LEAGUE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.