Calon Ketua PSSI, Vijaya Fitriyasa, Ingin Evaluasi Operator Liga

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Ketua Umum PSSI Vijaya Fitriyasa. TEMPO/Irsyan

    Calon Ketua Umum PSSI Vijaya Fitriyasa. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Ketua Umum PSSI, Vijaya Fitriyasa, mengatakan perlu ada evaluasi terhadap PT Liga Indonesia Baru sebagai operator liga perihal carut-marutnya jadwal kompetisi. Pemilik klub Persis Solo ini mengatakan evaluasi itu harus melibatkan seluruh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada periode mendatang.

    "Nanti Exco yang baru mengevakuasi liga yang sekarang, apakah dilanjutkan, apa diganti," kata dia saat ditemui Tempo di Menara Global, 17 Oktober 2019.

     
    Mengenai jadwal liga, Vijaya mempunyai program untuk membuat nota kesepakatan dengan Kapolri. Kesepakatan itu, kata dia harus dijalankan sampai ke tingkat Polda dan Polres supaya izin pertandingan bisa lebih mudah didapatkan. "Nah sekarang penundaan pertandingan atau reschedule pertandingan karena tidak keluar izin dari polisi," kata da.
     
    Menurut dia, dengan adanya kesepakatan antara PSSI dan Kapolri makanya jadwal liga selama setahun bisa dikomunikasikan secara bersama. Izin pertandingan dari kepolisian sudah bisa dikomunikasikan dan diatur secara detail. "Jangan karena acara lain yang sebenarnya secara urgensi masih di bawah liga kemudian liganya digeser," kata dia.
     
    Vijaya mengaku punya pengalaman untuk pertandingan Persis Solo yang harus ditunda. Alasannya, kata dia karena adanya acara gerak jalan yang dilaksanakan pada hari yang sama. "Padahal acara gerak jalan pagi hari. Pertandingan di sore hari, harusnya tidak masalah tapi pertandingan digeser karena ada acara gerak jalan. Menurut saya ini sesuatu yang bisa di-manage," ungkap dia.
     
    Vijaya Fitriyasa mengatakan dengan kesepakatan dengan kepolisian makan jadwal liga bisa disesuaikan dengan kalender pengamanan nasional. Jadi tidak ada pertandingan pada hari besar nasional dan hari raya keagamaan. "Setahun sebelumnya kita atur, kalau pun ada pergeseran sudah ada alternatif jadwal lain sehingga tidak mengganggu," kata dia.
     
    IRSYAN HASYIM
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.