Untuk Motivasi Pemain, Barito Putera Hadirkan Para Legenda

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Barito Putera Fransisco Wagsley Rodrigues De Sousa Filho (kiri) melakukan selebrasi dengan rekan setimnya Rafael Feital Da Silva (kanan) usai mencetak gol ke gawang Perseru Badak Lampung FC dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Demang Lehman Martapura, Kalimantan Selatan, Jumat 18 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    Pesepak bola Barito Putera Fransisco Wagsley Rodrigues De Sousa Filho (kiri) melakukan selebrasi dengan rekan setimnya Rafael Feital Da Silva (kanan) usai mencetak gol ke gawang Perseru Badak Lampung FC dalam pertandingan lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Demang Lehman Martapura, Kalimantan Selatan, Jumat 18 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Barito Putera menghadirkan para pemain legenda klub tersebut untuk memotivasi para pemain yang sedang berjuang untuk menjauhi zona degradasi pada Shopee Liga I 2019.

    Menurut Manajer Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman HB, pada pertemuan dan gelar dialog antara pemain, legenda Barito Putera, dan para suporter di kediaman pendiri klub tersebut di Kampung Malayu, Banjarmasin, Rabu, 23 Oktober 2019, pertemuan ini adalah bentuk kekeluargaan yang selalu dijaga Barito Putera.

    "Jadi ini adalah amanat pendiri klub bahwa dalam Barito Putera itu sekali keluarga selamanya akan tetap keluarga," tutur Hasnuryadi.

    Anggota DPR RI ini mengatakan pihaknya mengumpulkan para pemain legenda Barito Putera pada masa lalu tersebut sebagai bentuk silaturahmi dan memberi dukungan untuk junior mereka yang sedang berlaga saat ini.

    "Pengalaman mereka bisa disampaikan kepada adik-adiknya sekarang ini, sebagai penyemangat agar berjuang keras demi kebersaran klub," paparnya.

    Hasnuryadi mengatakan para pemain junior Barito Putera harus bisa mencontoh para pemain legenda Barito Putera ini akan kekompakkan mereka pada waktu lalu tersebut. Sebab, dia melanjutkan, tanpa pemain bintang dan pemain asing pada musim 1994-1995, para pemain legenda ini bisa menjadi finalis Liga Indonesia waktu itu.

    "Jadi semangat dan kekompakan mereka waktu itu yang harus dicontoh para pemain sekarang, ini bukan bicara masalah teknis, tapi masalah semangat," tuturnya.

    Sebab, Hasnuryadi melanjutkan, masalah teknis permainan di lapangan tetap mereka percayakan kepada pelatih Djajang Nurjaman dan asisten pelatih Yunan Helmi.

    "Jadi semata-mata ini untuk berbagi pengalaman, termasuk mencari masukan dari suporter untuk Barito Putera terus bangkit, utamanya naik lebih tinggi agar tidak masuk zona degradasi," paparnya.

    Mantan pemain legenda Barito Putera, Frans Sinatra Huwai, mengatakan pihaknya berharap para pemain Barito saat ini terus berjuang keras untuk mengangkat prestasi. "Kita berbagi pengalaman aja ini, moga bisa memicu semangat mereka, dan bermain lebih bagus," tutur mantan kapten tim Barito Putera tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.