Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Begini Kondisi Stadion Mandala Krida

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia U-19 melakukan latihan di Stadion Mandala Krida, DI Yogyakarta, Selasa, 10 September 2019. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia U-19 melakukan latihan di Stadion Mandala Krida, DI Yogyakarta, Selasa, 10 September 2019. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Stadion Mandala Krida Yogyakarta menjadi salah satu dari sepuluh stadion yang menjadi venue untuk perhelatan Piala Dunia U-20 tahun 2021. Seperti apa kondisi stadion yang biasa dipakai sebagai markas klub Liga 2 Indonesia, PSIM Yogyakarta ini?

    Penanggung Jawab Pengelola Stadion Mandala Krida Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) DIY menyebut kondisi stadion yang baru saja selesai direnovasi dengan total biaya Rp 174 miliar ini perlu pembenahan. Sedikitnya ada empat pekerjaan rumah yang harus dikerjakan agar layak untuk menggelar sepak bola level internasional.

    “Mulai dari lampu, single seat, ruang ganti pemain, dan rumput,” ujar Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY, Eka Heru Prasetya, Jumat, 25 Oktober 2019.

    Lampu, kata Eka, jelas dibutuhkan jika pertandingan digelar pada sore dan malam hari. Ia merinci kebutuhan untuk penerangan dipastikan lebih dari Rp 2 miliar.

    "Lampu-lampu tentunya juga harus tersambung ke tenaga genset otomatis, tak bisa hanya mengandalkan pasokan listrik dari PLN, untuk berjaga-jaga jika mati listrik," tuturnya.

    Untuk tribun di stadion berkapasitas 40 ribu penonton, dia melanjutkan, perlu dilengkapi dengan kursi dengan model single seat atau kursi tunggal. Saat ini, stadion yang memiliki venue panjat tebing, bola voli pasir, bola basket outdoor, sepatu roda, balap motor, dan sirkuit atletik internasional itu, baru disokong dengan bangku berbahan semen.

    Ruang ganti pemain juga perlu ditambah dari dua menjadi empat. "Untuk berjaga-jaga jika pertandingan dalam sehari ada dua laga, kan berarti empat klub," dia menjelaskan.

    PR terakhir adalah rumput stadion perlu dicek ulang, apakah butuh perawatan khusus untuk Piala Dunia U-20. "Apakah sudah bergelombang atau perlu dirapikan lagi," ujarnya.

    Ketua Umum Asprov PSSI DIY, A. Syauqi Soeratno, mengapresiasi langkah Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X, yang telah merespons dengan baik kepentingan sepak bola dengan mengizinkan Stadion Mandala Krida menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 tahun 2021.

    "Semoga setelah penunjukan ini disertai persiapan komprehensif dan terencana, kita dapat segera memenuhi persyaratan dan kelengkapan infrastruktur pertandingan beserta fasilitas pendukungnya," ujar dia.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.