Liga 1: PSS Sleman Waspadai Kebangkitan Persebaya Surabaya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang PSS Sleman, Brian Ferreira. (liga-indonesia.id)

    Gelandang PSS Sleman, Brian Ferreira. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - PSS Sleman bakal menantang Persebaya Surabaya dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa, 29 Oktober 2019.

    Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, mewaspadai kebangkitan Bajul Ijo yang dalam lima laga terakhirnya tercatat sudah absen mendulang poin penuh baik di laga kandang maupun tandang itu.

    "Kami justru waspadai bagaimana Persebaya nanti main di kandangnya. Mau tidak mau mereka bakal habis-habisan," kata Seto Sabtu 26 Oktober 2019.

    Persebaya bakal tak mudah dipaksa mengalah karena ribuan pasang mata Bonekmania akan langsung datang demi menyaksikan laga itu dan membela penuh tim kesayangannya.

    "Saya pikir Persebaya sudah memiliki hitung-hitungan yang bagus untuk laga ini, apalagi didukung dengan suporter yang luar biasa. Motivasi-motivasi ini yang harus kami waspadai," ucapnya.

    Seto hanya berharap usai hasil minor di kandang saat menjamu Persija Jakarta yang berakhir 0-0 pada Kamis (24/10) lalu, Brian Fereira dan kawan-kawan segera kembali pulih dan fokus untuk bermain maksimal menghadapi Persebaya. "Ya minimal saat lawan Persebaya kami bisa seperti saat melawan Persija, bBisa bermain lebih dewasa," ungkapnya. 

    PSS Sleman saat ini memang unggul dengan berada di peringkat keenam klasemen sementara Liga 1 dengan nilai 36. Persebaya berada di peringkat ke sembilan dengan nilai 31. 

    Seto juga telah mengevaluasi sejumlah kelemahan Elang Jawa saat menjamu Macan Kemayoran lalu, misalnya dari segi penempatan posisi pemainnya. Saat melawan Persija secara komposisi pemain, khususnya di lini depan, PSS juga telah mampu memperlihatkan permainan fleksibel tanpa terpaku pada satu atau dua susunan untuk para penyerangnya.

    Karena hal tersebut, ia merasa tidak perlu khawatir bila suatu saat ada pemainnya yang cedera, karena masih banyak pemain dengan kemampuan cukup setara dengan pemain lainnya.

    Seto Nurdiyantoro mengingatkan anak asuhnya pula bahwa dirinya tidak akan memainkan pemain yang merasa menjadi bintang lapangan atau terlalu percaya diri. Menurutnya hal seperti itu bisa mempengaruhi motivasi dan performa permainan tim secara keseluruhan.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.