Tuan Rumah Piala Dunia U-20: Kondisi Manda Krida Masih Normal

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Area tribun penonton di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono (Yogyakarta)

    Area tribun penonton di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. TEMPO | Pribadi Wicaksono (Yogyakarta)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengelola Stadion Mandala Krida sudah  mengiventarisasi kerusakan di stadion ini akibat kerusuhan massa seusai laga Liga 2 antara PSIM dan  Persis Solo pada 21 Oktober 2019. Tapi, kerusakannya diperkirakan tak sampai mengganggu kesiapan stadion ini untuk menjadi salah satu tempat tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021.

    Stadion Mandala Krida merupakan salah satu dari 10 stadion yang direkomendasikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia untuk menjadi tempat pertandingan Piala Dunia U-20 pada 2021.

    Adapun pada laga Liga 2, 21 Oktober 2019, yang berakhir 2-3 untuk Persis Solo itu, sebagian pendukung tuan rumah PSIM mengamuk dan  melampiaskannya, antara lain, dengan merusak dan membakar mobil.   

    “Kalau dari sarana-prasarana stadionnya sendiri relatif aman, karena saat rusuh itu massa kan keluar stadion dulu,” ujar Kepala Balai Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta, Heru Prasetya, pada Jumat 25 Oktober 2019.

    Hanya saja, Eka tak menampik memang akibat kericuhan ada fasilitas stadion mengalami kerusakan. Di antaranya pintu-pintu di ruang ganti pemain serta pegangan pintu besi yang terlepas.

    “Dugaan kami, pas massa itu keluar, sambil merusak pintu-pintu yang ada. Kalau pintu-pintu itu kami total kerugiannya sekitar Rp 16,5 juta,” ujar Eka.

    Pintu-pintu yang dirusak rata-rata terbuat dari triplek terutama di ruang ganti pemain dan bagian barat selatan. “Untuk lintasan atletik aman, termasuk rumput lapangan meski ada beberapa kali lemparan bom asap ke arah itu," ujarnya.

    Untuk ganti rugi kerugian, pihak Pemda DIY sendiri menyerahkan kepada Panitia Pelaksana Pertandingan PSIM versus Persis Solo.

    Setelah ricuh itu, Eka pun mengatakan belum mendapat instruksi apapun terkait penggunaan stadion itu ke depan dari pimpinan pemerintah DIY, khususnya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

    Walau Sultan HB X sebelumnya sempat menyoroti kericuhan itu dan mengultimatum tak perlu ada sepak bola lagi jika hanya rusuh, namun Eka menuturkan sejauh ini tak ada perintah apapun berkait pengelolaan.

    Demikian juga soal masa depan Stadion Mandala Krida yang bakal digunakan sebagai salah satu arena Piala Dunia U-20 pada 2021 nanti. Eka mengatakan tak ada pembahasan soal itu yang mengaitkan dengan kericuhan saat laga PSIM versus Persis Solo. “Semua masih normal saja, belum tahu nanti ke depan seperti apa untuk Piala Dunia U-20 itu,” ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H