Pembuktian Pemain Chelsea Christian Pulisic kepada Frank Lampard

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Chelsea, Christian Pulisic. Reuters

    Pemain Chelsea, Christian Pulisic. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Captain America menjadi salah satu topik terpopuler di Twitter, kemarin. Karakter hero itu merupakan julukan untuk pemain sayap kanan Chelsea, Christian Pulisic.

    Pulisic, orang Amerika Serikat itu, menjadi pahlawan bagi klubnya, Sabtu lalu. Bertandang ke Turf Moor, markas Burnley, Chelsea menang besar 4-2. Ia menjadi hero layaknya Captain America. Tiga gol di antaranya dicetak oleh Pulisic.

    Hat-trick yang amat sempurna. Gol-gol itu dicetak lewat kedua kakinya dan sundulan kepala.

    Karena itu pula, Pulisic dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut. Seketika pemain hasil didikan akademi Borussia Dortmund itu dikerubungi pujian dari media dan fan Si Biru.

    Tentu Pulisic senang. Sekalinya bikin gol untuk The Blues, dia langsung memborong tiga gol sekaligus. "Sungguh luar biasa. Gol-gol yang saya bikin sangat bagus," kata Pulisic.

    Bagi Pulisic momen ini sungguh menguras emosi. Ia dibeli Chelsea pada bursa transfer Januari lalu atau di tengah kompetisi 2018/2019 dari Dortmund dengan harga 60 juta euro atau sekitar Rp 960 miliar. Pulisic pun digadang-gadang bakal menjadi suksesor Eden Hazard, yang kala itu sudah santer bakal pindah ke Real Madrid.

    Ketika itu The Blues masih diasuh manajer Maurizio Sarri. Petinggi klub dan Sarri setuju untuk meminjamkan Pulisic ke Dortmund hingga kompetisi musim lalu usai.

    Pulisic datang ke Stamford Bridge pada awal musim ini. Namun situasi telah berubah. Chelsea punya pelatih baru, Frank Lampard.

    Perjalanan Pulisic di bawah asuhan legenda hidup Chelsea itu tak mulus. Lampard sempat tak cocok dengan gaya permainan Pulisic. Hingga pekan kesepuluh kompetisi, Pulisic hanya empat kali diturunkan sebagai starter atau sejak menit pertama. Sisanya, tiga kali ia menjadi pemain pengganti dan tiga kali hanya duduk di bangku cadangan alias tak diturunkan.

    Wajar jika beberapa pekan lalu muncul kabar bahwa Pulisic tak betah di London Barat. Pulisic disebut sudah menghubungi agennya dan membicarakan tentang kemungkinan pindah ke klub lain secepatnya.

    Pengamat sepak bola yang juga mantan gelandang Manchester United, Owen Hargreaves, sempat memberikan dukungan untuk Pulisic. Menurut dia, seharusnya Lampard mulai rutin menurunkan Pulisic. Sebab, menurut Hargreaves, kualitas pemain berdarah Kroasia itu sudah layak tampil di tim inti Chelsea.

    Suara Hargreaves semakin lantang terdengar setelah Pulisic tampil prima saat diturunkan melawan Ajax Amsterdam di kompetisi Liga Champions, Rabu pekan lalu. Bermain sebagai pemain pengganti, Pulisic sukses bikin satu assist dalam gol kemenangan Chelsea yang dicetak oleh Michi Batshuayi. "Pulisic adalah aset Chelsea. Sudah saatnya Lampard menaikkan status Pulisic dari pemain pengganti untuk masuk tim inti," kata Hargreaves, Kamis pekan lalu.

    Setelah tampil apik di Amsterdam, Lampard memutuskan untuk menurunkan Pulisic selama 90 menit di markas Burnley.

    Kini kabarnya Lampard tak akan ragu menurunkan Pulisic secara rutin. Namun dia punya alasan menomorduakan Pulisic. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak kualitas seorang pemain.

    Lampard mengatakan Pulisic sempat kesulitan memainkan strateginya pada pekan-pekan awal Liga Primer musim ini.

    Tapi Lampard punya pendapat lain. Pulisic harus didorong mental dan semangatnya. Caranya adalah jarang menurunkannya.

    "Tak mendapat jatah bermain malah bikin semangatnya merebut posisi utama berkobar," kata mantan Manajer Derby County itu.

    Usaha Lampard berbuah hasil. Dalam latihan rutin beberapa pekan terakhir, Pulisic tampil luar biasa. Penampilan menawannya seperti saat masih berseragam Dortmund keluar lagi.

    Penampilan cemerlang Pulisic kembali ketika Chelsea melawan Southampton, 6 Oktober lalu. Ketika itu Pulisic diturunkan selama 10 menit sebagai pemain pengganti.

    Begitu masuk lapangan, dia sukses bikin satu umpan dalam kemenangan akhir 4-1 untuk Si Biru. Pulisic kembali bersinar ketika Chelsea bertandang ke markas Ajax. Puncaknya tentu saja hat-trick Pulisic, kemarin.

    "Kini dia seperti ingin membuktikan kepada semua orang inilah aku yang sesungguhnya," kata Lampard.

    Pulisic kini semakin percaya diri bersaing di tim inti Chelsea. Tak mau lekas puas, ia bertekad menciptakan semakin banyak gol dan assist di semua kompetisi. "Saya harus bisa membuktikan bahwa saya bisa membantu klub ini," kata Pulisic.

    FOOTBALL LONDON | DAILY MAIL | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.