Dikalahkan Kalteng Putra, Persela Lamongan Lakukan Evaluasi Total

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persela Lamongan, Nilmaizar. | Persib.co.id

    Pelatih Persela Lamongan, Nilmaizar. | Persib.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Persela Lamongan, Nilmaizar, sangat menyesalkan kekalahan saat berjumpa Kalteng Putra pada Minggu, 27 Oktober 2019, di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya. Pada laga pekan ke-25 Liga 1 2019 itu, Persela kalah 0-2.

    Nilmaizar mengatakan kekalahan tersebut tidak bagus. Sebab, Persela datang ke Palangkaraya untuk mencuri poin. Persela ingin memperbaiki posisi di klasemen karena masih berada di papan bawah.

    "Hasil tidak bagus untuk Persela Lamongan. Kita kalah 2-0. Sebenarnya kami datang untuk minimal bisa mencuri poin. Kita kecurian gol pertama dari penalti dan gol kedua dari heading. Kita tidak bisa menyamakan kedudukan," ucap Nilmaizar.

    Persela kebobolan lewat tendangan penalti Eydison Soares pada menit ke-28. Setelah itu, gawang Dwi Kuswanto kembali bobol. Kali ini, sundulan Rafael Bonfim yang berserang di gawang kiper berisia 34 tahun tersebut.

    Tertinggal dua gol di babak pertama, Nilmaizar mengubah susunan pemain dengan memainkan Sugen Efendi. Persela menciptakan beberapa peluang bagus pada babak kedua, tetapi tidak ada yang mampu dikonversi menjadi gol.

    Melihat performa anak asuhnya, Nilmaizar bakal melakukan evaluasi menyeluruh. Apalagi, Persela bakal menjalani pertandingan berat yakni melawan Bali United pada Kamis mendatang, 31 Oktober 2019, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

    "Ke depan perlu evaluasi buat saya sebagai tim pelatih karena pertandingan lawan Bali sangat berat juga buat kita. Apalagi Zaenuri terkena kartu merah. Kita dengan staf pelatih akan diskusi dan evaluasi," kata Nilmaizar.

    PERSELAFOOTBALL.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.