Kongres PSSI: 9 Calon Ketua PSSI Kritik Tata Cara Pemilihan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komite Pemilihan PSSI mengumumkan calon ketua umum sementara yang lolos seleksi di Kantor PSSI, FX Sudirman, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019. TEMPO/Irsyan

    Komite Pemilihan PSSI mengumumkan calon ketua umum sementara yang lolos seleksi di Kantor PSSI, FX Sudirman, Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sembilan kandidat ketua PSSI periode 2019-2023 menuding kongres pemilihan PSSI pada 2 November 2019 berat sebelah. Mereka menduga proses pemilihan menguntungkan salah satu calon.

    Salah satu calon ketua umum PSSI, Fary Djemy Francis, menduga ada oknum Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang ingin memenangkan salah satu calon ketua umum di kongres. "Terindikasi kuat adanya operasi senyap," kata Fary, Jumat, 1 November 2019.

    Selain Fary, delapan calon ketua umum PSSI lainnya yang sejalan dengan dia ialah Vijaya Fitriyasa, Yesayas Oktavianus, Rahim Soekasah. Lalu Arif Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernhard Limbong, dan Sarman El Hakim.

    Mereka ramai-ramai menuding kongres luar biasa pemilihan PSSI kental dengan permainan uang antara salah satu calon ketua umum dengan para pemilik suara (voter). Tim sembilan melontarkan sekitar 10 tuduhan dan kekecewaan terhadap kongres pemilihan dalam deklarasi "PSSI Baru Menuju Perubahan".

    Salah satu kritik keras yang disampaikan ialah tata cara pelaksanaan kongres luar biasa pemilihan yang disebut aneh. Indikasi itu terlihat dari tidak adanya sosialisasi tata cara pemilihan di kongres sampai Jumat, 1 November 2019 atau sehari menjelang KLB.

    Para kandidat Ketum juga merasa tidak mendapatkan medium untuk mendekatkan diri kepada para voter. Debat yang sejatinya bisa menjadi cara untuk menarik perhatian voter malah dibatalkan. "Jika sudah begini, maka federasi kita, PSSI dan sepak bola Indonesia secara keseluruhan, dalam kondisi bahaya dan akan makin parah jika tidak ada perbaikan untuk menuju perubahan," kata Fary.

    Sembilan calon ketua umum PSSI pun menaruh harapan kepada para voter. Mereka berharap para pemilik hak suara bisa menggunakan hati nuraninya. "Kami mengimbau para voters, semuanya, untuk menggunakan hati nuraninya. Mari kita bergandengan tangan, dengan hati yang tulus, dengan cinta, untuk membawa sepak bola Indonesia menjadi lebih baik," tutur Fary.

    Di Kongres Luar Biasa ada 11 calon yang akan bertarung merebut kursi ketua umum PSSI. mereka adalah Arif Wicaksono, Aven Hinelo, Bernhard Limbong, Benny Erwin, Fary Djemy Francis. Lalu, La Nyalla Mattalitti, Mochamad Iriawan, Rahim Soekasah, Sarman El Hakim, Vijaya Fitriyasa, dan Yesayas Oktavianus.

    Kongres pemilihan akan memilih 15 personil Exco PSSI 2019-2023, yaitu ketua umum, dua wakil ketua umum dan 12 anggota exco. Kongres PSSI dijadwalkan digelar pada 2 November 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.