Arema FC Ditekuk Badak Lampung 3-4, Milo Salahkan Angin Kencang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Arema FC, Milomir Seslija. (liga-indonesia.id)

    Pelatih Arema FC, Milomir Seslija. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Arema FC Milomir Sislija menyatakan kencangnya angin  menjadi penyebab kekalahan 3-4 yang dialami timnya dari Perseru Badak Lampung FC dalam lanjutan Liga 1 2019  di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Wayhalim, Bandarlampung, Jumat.

    "Babak pertama pemain kami kesulitan membaca arah bola karena angin yang kencang," kata Milo usai laga tersebut.

    Ia mengatakan dua gol yang diciptakan oleh tuan rumah juga akibat kesalahan dari para pemain belakangnya yang tidak bisa mengantisipasi bola sehingga Perseru-Badak Lampung mampu menceploskan kulit bundar dengan mudah.

    Namun begitu, lanjutnya, di babak pertama Arema bukan tanpa peluang karena beberapa peluang pun tercipta, akan tetapi belum berbuah gol.

    "Di babak kedua kami bermain lebih bagus dan hasilnya, Arema sempat menyamakan skor dan harus kalah lewat gol tendangan bebas Vidal," kata dia.

    Milomir mengatakan kekalahannya bukan karena faktor kelelahan akibat padatnya jadwal pertandingan, sebab semua tim di liga ini merasakan hal serupa.

    "Jadwal padat bukan alasannya karena semua merasakannya, ini lebih kepada angin yang kencang dan mereka memainkan long ball bukan umpan pendek," katanya.

    Kekalahan 4-3 dari Perseru-Badak Lampung ini tidak mengubah posisi Arema FC di papan klasemen, mereka tetap berada di urutan 6 sementara dengan poin 38 poin dari 25 kali bermain.

    Pada pertandingan pekan ke-26 Liga 1 Indonesia itu, gol Perseru Badak Lampung tercipta dari hat-trick Vidal dan sebuah gol dari H Panto. Sedangkan Arema mendapat gol dari Sunarto, Konate Makan, dan Hamka Hamzah.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.