Iwan Budianto Jawab Dua Isu Panas Soal KLB PSSI

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto (kiri) didampingi Sekjen Ratu Tisha Destria (kanan) memberikan keterangan usai kongres luar biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu (27 Juli 2019). KLB itu membahas amandemen statuta PSSI serta penetapan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto (kiri) didampingi Sekjen Ratu Tisha Destria (kanan) memberikan keterangan usai kongres luar biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu (27 Juli 2019). KLB itu membahas amandemen statuta PSSI serta penetapan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2019 akan digelar di Hotel Shangrila, Jakarta, Sabtu ini, 2 November 2019. KLB PSSI ini akan memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) periode 2019-2023.

    Plt Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, berharap tak ada lagi polemik soal keabsahan kongres. "Kami harap jangan ada lagi yang berpolemik terkait KLB itu 2 November atau 25 Januari harus ada izin atau tidak dari FIFA. Karena perwakilan FIFA dan AFC sudah hadir," kata dia.

    Sebelumnya, keabsahan KLB ini sempat terus disorot salah satu calon ketua umum PSSI, La Nyalla Mattalitti. Ia mempertanyakan legalitas kongres yang menurutnya harusnya digelar Januari 2020 setelah kompetisi usai. "Saya sudah sampaikan, selama kongres digelar 2 November maka saya menarik diri," kata La Nyalla, Jumat, 1 November 2019.

    Menurut dia, penyelenggaraan kongres pada tanggal tersebut dianggap tidak betul sehingga tak akan datang. "Kalau saya teruskan maka saya bisa ditertawai orang, apalagi saya mantan ketua umum. Jadi tidak mungkin (hadir)," ucap pria yang juga Ketua DPD RI ini.

    La Nyalla mengatakan akan datang ke kongres PSSI bila digelar pada Januari 2020. "Aturannya Januari itu. Dan saya baru mau mencalonkan. Tapi rupanya tetap berjalan 2 November, jadi mari dilihat saja besok hasilnya," kata dia seperti dikutip laman PSSI.

    Bagi Iwan Budianto, kehadiran delegasi badan sepak bola dunia dan Asia, FIFA dan AFC, menjadi bukti keabsahan KLB nanti. Para delegasi itu sudah hadir di Jakarta sejak Jumat. Dua delegasi FIFA yang akan hadir, yakni Head of Member Association Governance Service, Luca Nicola dan Development Manager Southeast and East Asia, Lavin Vignesh.

    Sedangkan utusan AFC ada tiga, yakni Head of South Asia Unit AFC Member Association and Regional Associations Departemen, Purushottam Kattel; Manager of Asean Unit AFC Member Association and Regional Associations Departement, Nhodkeo Phawadee; dan Secretary of AFC Member Association and Regional Associations Departement, Varankumar Sagaran.

    Sementara itu terkait kritik 9 calon ketua soal tak adanya sosialisasi tata cara pemilihan Komite Eksekutif PSSI dan pembatalan debat kandidat, Iwan Budianto menyatakan hal itu tak melanggar aturan. Dalam electoral code dan best practice FIFA tidak mengatur dan mewajibkan sosialisasi tata cara pemilihan. Adapun Pembatalan acara debat calon Komite Eksekutif PSSI disebutnya menjadi wewenang dari Komite Pemilihan.

    Bagi Iwan, persiapan kongres sudah maksimal dilakukan. "Untuk undangan KLB ini kami sudah mengirimkan ke voter sejak satu bulan sebelum Kongres. Sekali lagi kami mengucapkan selamat berkongres kepada seluruh calon Komite Eksekutif PSSI periode 2019-2023," tukas Iwan.

    Kongres ini akan diikuti 86 voter dari anggota PSSI, yakni 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, 1 Asosiasi Futsal (FFI), dan 1 Asosiasi Sepak Bola Wanita.

    KLB PSSI kali ini akan memilih 15 personel Exco PSSI 2019-2023, yaitu ketua umum, dua wakil ketua umum, dan 12 anggota exco. Adapun 11 calon ketua PSSI yang akan bersaing adalah Arif Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benhard Limbong, Benny Erwin, Fary Djemi Francis. Lalu ada La Nyalla Mattalitti, Mochamad Iriawan, Rahim Soekasah, Sarman El Hakim, Vijaya Fitriyasa, dan Yesayas Oktavianus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.