Menjelang KLB PSSI, Vijaya Fitriyasa Bertemu dengan Voters

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vijaya Fitriyasa. (antara)

    Vijaya Fitriyasa. (antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu calon Ketua Umum PSSI, Vijaya Fitriyasa, mengatakan bertemu dengan pemilik suara atau voters Kongres Luar Biasa untuk memuluskan langkahnya menjadi orang nomor satu di Federasi Sepak bola Indonesia. "Ini lagi meeting dengan voters," kata dia saat dihubungi, Jumat malam, 1 November 2019.

    Pemilik Klub Persis Solo ini enggan membeberkan jumlah voters yang bakal memilihnya dalam KLB yang bakal digelar Sabtu, 2 November 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta.

    Kongres ini akan diikuti 86 voter dari berbagai anggota PSSI. 86 voter PSSI terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, 1 Asosiasi Futsal (FFI) dan 1 Asosiasi Sepak Bola Wanita.

    Pada KLB ini perwakilan FIFA dan AFC juga turut hadir. Kehadiran delegasi FIFA dan AFC untuk memantau dan mengawasi langsung jalannya KLB dengan agenda pemilihan ketua umum, wakil ketua umum dan anggota komite eksekutif PSSI.

    Dua delegasi FIFA yang akan hadir, yakni Head of Member Association Governance Service, Luca Nicola dan Development Manager Southeast and East Asia, Lavin Vignesh.

    Sementara dari AFC ada tiga delegasi yakni Head of South Asia Unit AFC Member Association and Regional Associations Departemen, Purushottam Kattel, Manager of Asean Unit AFC Member Association and Regional Associations Departement, Nhodkeo Phawadee dan Secretary of AFC Member Association and Regional Associations Departement, Varankumar Sagaran.

    Sebelumnya, Vijaya Fitriyasa mengatakan siap menjalani proses hukum setelah dilaporkan ke polisi dengan dugaan pencemaran nama baik.

    “Saya menunggu, kalau dipanggil saya akan datang. Sebagai warga negara yang baik saya akan mengikuti proses hukum,” ujar Vijaya di Jakarta, Jumat.

    Vijaya dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan oleh seseorang bernama Rahmad Sukendar pada Jumat (1 November) dengan dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik terhadap Komisaris Jenderal Polisi Mochamad Iriawan, yang juga salah satu calon ketua umum PSSI 2019-2023.

    Laporan tersebut diyakini berpangkal dari ucapan Vijaya di acara gelar wicara Mata Najwa yang tayang di stasiun televisi pada Rabu (31 Oktober). Dalam acara itu, Vijaya menuding Mochamad Iriawan, yang biasa disapa Iwan Bule, bernegosiasi dengan kartel di PSSI untuk memenangkan persaingan menjadi ketua umum PSSI.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.