Jadi Ketua Umum PSSI 2019-2023, Iwan Bule: Berkat Doa Ibu

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua PSSI Periode 2019-2023 bersama Ibunya usai menghadiri Kongres Luar Biasa PSSI di Hotel Shangri-La, Sabtu, 2 November 2019. TEMPO/Irsyan

    Ketua PSSI Periode 2019-2023 bersama Ibunya usai menghadiri Kongres Luar Biasa PSSI di Hotel Shangri-La, Sabtu, 2 November 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan alias Iwan Bule keluar dari ruangan Kongres Luar Biasa PSSI dengan mendorong ibunya yang duduk di kursi roda. Iwan Bule mengatakan ia bisa terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 karena restu dari orang tuanya.

    "Ini berkat doa ibu," kata dia di Hotel Shangri-La, Jakarta, 2 November 2019.

    Iwan Bule mengantar ibunya sampai ke lobby. Sekretaris Umum Lemhanas ini kembali memasuki ruangan kongres seusai mengantar ibundanya.

    Iwan Bule secara resmi menjadi Ketua Umum PSSI periode 2019-2023. Ia mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni Rahim Soekasah dan Arif Putra Wicaksono. Sekretaris Umum Lemhanas ini meraih suara mayoritas, yakni 82 suara dari 86 suara.

    Arif Putra Wicaksono mengakui kemenangan Iwan Bule. Ia mengatakan bahwa dari 86 voters, terdapat satu suara yang abstain yakni Persis Solo. "Kalau yang tiga cuma kesalahan teknis, sisanya memilih Pak Iwan," kata dia.

    Sebelumnya, tujuh dari sembilan calon ketua umum PSSI yang membentuk aliansi, menyatakan menarik diri dari Kongres Luar Biasa atau KLB PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 2 November 2019. Mereka walk out karena mengklaim diminta keluar oleh Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha yang jadi pimpinan sidang.

    "Kami sebenarnya tidak keluar tapi diusir oleh Sekjen," kata Perwakilan Kubu Sembilan, Vijaya Fitriyasa.

    Menurut dia, insiden itu bermula dari interupsi salah satu bagian dari Kubu Sembilan yakni Fary Djemi Francis. Vijaya mengatakan mereka mempertanyakan tata cara pemilihan yang sebelumnya tidak disosialisasikan. Ia juga meminta penjelasan mengenai pembatalan debat calon yang rencana digelar pada 31 Oktober 2019.

    "Tapi Bu Sekjen mengatakan kalau ada calon yang tidak sepakat bisa keluar," kata dia.

    Kubu sembilan terdiri dari Fary Djemy Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Oktavianus, Rahim Soekasah, Arif Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernhard Limbong dan Sarman El Hakim. Anggota Kubu Sembilan yang masih bertahan di ruang KLB yakni Arif Putra dan Rahim Soekasah.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.