Jadi Ketua Umum PSSI, Iwan Bule: Kemenangan Insan Sepak Bola

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule melalukan wawancara dengan awak media menjelang pembukaan Kongres Luar Biasa di Hotel Shangri-La, Sabtu, 2 November 2019. TEMPO/Irsyan

    Calon Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule melalukan wawancara dengan awak media menjelang pembukaan Kongres Luar Biasa di Hotel Shangri-La, Sabtu, 2 November 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PSSI periode 2019-2023, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, mengatakan keberhasilannya meraih suara mayoritas dalam Kongres Luar Biasa PSSI atau KLB PSSI merupakan kemenangan bersama.

    "Ini bukan kemenangan saya, ini kemenengan insan sepak bola Indonesia yang bertekad memajukan sepak bola yang kita cintai," kata dia di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.

    Mantan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya ini mengaku sudah bertemu dengan Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino. Pertemuan itu berlangsung di Bangkok dengan agenda membahas pelaksanaan Piala Dunia U-20 tahun 2021.
    "Ini jadi pekerjaan besar bagi kita semuanya," kata dia.

    Iwan Bule secara resmi menjadi Ketua Umum PSSI periode 2019-2023. Dia mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni Rahim Soekasah dan Arif Putra Wicaksono. Sekretaris Umum Lemhanas ini meraih suara mayoritas, yakni 82 suara dari 86 suara.

    Arif Putra Wicaksono mengakui kemenangan Iwan Bule. Ia mengatakan bahwa dari 86 voters, terdapat satu suara yang abstain yakni Persis Solo. "Kalau yang tiga cuma kesalahan teknis, sisanya memilih Pak Iwan," kata dia.

    Sebelumnya, tujuh dari sembilan calon ketua umum PSSI yang membentuk aliansi, menyatakan menarik diri dari Kongres Luar Biasa atau KLB PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 2 November 2019. Mereka walk out karena mengklaim diminta keluar oleh Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha yang jadi pimpinan sidang.

    "Kami sebenarnya tidak keluar tapi diusir oleh Sekjen," kata Perwakilan Kubu Sembilan, Vijaya Fitriyasa.

    Menurut dia, insiden itu bermula dari interupsi salah satu bagian dari Kubu Sembilan yakni Fary Djemi Francis. Vijaya mengatakan mereka mempertanyakan tata cara pemilihan yang sebelumnya tidak disosialisasikan. Ia juga meminta penjelasan mengenai pembatalan debat calon yang rencana digelar pada 31 Oktober 2019.

    "Tapi Bu Sekjen mengatakan kalau ada calon yang tidak sepakat bisa keluar," kata dia.

    Kubu sembilan terdiri dari Fary Djemy Francis, Vijaya Fitriyasa, Yesayas Oktavianus, Rahim Soekasah, Arif Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernhard Limbong dan Sarman El Hakim. Anggota Kubu Sembilan yang tetap berada dalam ruang KLB yakni Arif Putra dan Rahim Soekasah.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.