Gubernur Kalteng Lempar Botol, Ketua PSSI Baru Siap Beri Hukuman

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran saat menyaksikan laga Kalteng Putra vs Persib Bandung, Jumat, 1 November 2019. (twitter/(@heniunique)

    Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran saat menyaksikan laga Kalteng Putra vs Persib Bandung, Jumat, 1 November 2019. (twitter/(@heniunique)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PSSI Periode 2019-2023, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, mengatakan bahwa tindakan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran melempar botol di stadion merupakan sebuah pelanggaran.

    Mantan Kapolda Metro Jaya ini mengatakan tindakan seperti itu tidak boleh dilakukan oleh siapapun. "Nanti akan kami evaluasi hukuman apa yang diberikan," kata Iwan Bule di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.

    Sebelumnha, aksi Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran saat menyaksikan laga Kalteng Putra vs Persib Bandung, Jumat, 1 November 2019, menjadi viral di media sosial. Orang nomor satu di Kalteng itu pun menjadi bulan-bulanan kritik netizen.

    Aksi negatif Sugianto Sabran, yang terjadi dalam laga yang dimenangi Persib 2-0, terekam video dan kemudian menjadi viral di media sosial. Video itu antara lain diunggah Heni Unique (@heniunique).

    Pada video itu, terlihat ulah Gubernur saat berada di tribun VVIP Stadion Tuah Pahoe, Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya. Mengenakan kaus warna oranye dan topi warna hitam, ia terlihat melempar botol air mineral ke arah lapangan.

    Sugianto juga terlihat marah-marah sambil menunjuk-nunjuk sebelum turun dari tribun VVIP ke pinggir lapangan. Ia menghampiri Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Siregar dan memarahinya.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.