Kemenangan Liverpool Dicela Guardiola, Mane Dibilang Suka Diving

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Manchester City Pep Guardiola. Reuters/Carl Recine

    Pelatih Manchester City Pep Guardiola. Reuters/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memancing emosi lawan menjelang mereka bertandang ke markas Liverpool FC, Stadion Anfield, Liverpool, pekan depan, Minggu 11 November 2019. Guardiola mencela penyerang The Reds, Sadio Mane. Ia bilang pemain dari Senegal itu suka melakukan diving.

    Guardiola memberi pernyataan yang mengesankan semacam perang urat syaraf itu setelah Manchester City dan Liverpool sama-sama baru bisa membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan pada pertandingan Minggu 3 November 2019.

    Pada pekan ke-11 Liga Primer Inggris 2019-2020 tersebut, Manchester City mengalahkan Southampton 2-1 di kandang, Stadion Etihad, Manchester. Adapun Liverpool mengalahkan Aston Villa 2-1 d Villar Park, Birmingham.

    Mane mencetak gol penentu kemenangan Liverpool di Villa Park pada menit 90+4 atau dalam masa injury time, yaitu setelah standar waktu pertandingan normal 90 menit. Pada babak pertama, Mane mendapat kartu kuning. Ini adalah tanda peringatan dari wasit atas tindakannya yang dinilai melangggar peraturan.

    “Itu sudah sering terjadi. Apa yang dilakukan Liverpool beberapa tahun terakhir, itu karena (Mane) adalah sebuah bakat kusus,” kata Guardiola kepada BBC Sport.

    “Terkadang ia melakukan diving. Terkadang ia menunjukkan bakatnya yang luar biasa untuk mencetak gol dalam menit-menit terakhir. Ia bertalenta,” Guardiola.

    Aksi permainan sepak bola yang bisa dikategorikan sebagai diving adalah tindakan seorang pemain yang sengaja berpura-pura terjatuh ketika berebut bola atau hendak dihadang lawan. Padahal, tak atau belum terjadi kontak fisik dengan lawan.

    Tujuan dari diving ini adalah untuk menipu wasit dan memprovokasi lawan. Dalam hal, wasit, agar pemain bisa mendapat hadiah tendangan penalti atau tendangan bebas. Dalam hal lawan, agar lawan yang dinilai sangat berbahaya bisa terusir dari lapangan karena kena kartu merah.

    Meski bisa masuk dalam pengertian professional foul, tindakan diving ini sangat dibenci tim-tim, terutama para bek, karena dinilai sangat mencederai sportivitas.

    Di Villa Park, Liverpool mendapat kesulitan sejak pemain tuan rumah, Mahmoud Hassan –yang dikenal dengan panggilan Trezeguet-, membobol gawang The Reds pada menit ke-21. Liverpool baru bisa menyamakan skor melalui aksi bek sayap Andrew Robertson menit 87 dan kemudian Mane menit 90+4.

    Sedangkan di kandang sendiri, Etihad, City ketinggalan 0-1 setelah pemain Southampton, James Ward-Prowse, menjebol gawang pasukan Pep ini pada menit ke-13. The Citizens baru bisa menyamakan kedudukan menit ke-70 berkat gedoran Sergio Aguero dan kemudian bek Kyle Walker menentukan kemenangan tuan rumah menit 86.

    “Itu hanya sekali, dua kali, kami beruntung. Tapi, itu (buat Liverpool) terjadi beberapa kali dalam musim terakhir. Mereka punya karakter spesial untuk melakukan hal itu,” jelas Guardiola.

    “Kami melihat diri sendiri. Kami tahu lawan yang akan dihadapi. Saya pikir mereka menang 10 kali dan seri sekali. Pekan depan, kami pergi ke Anfield untuk berusaha melawan mereka,” Guardiola melanjutkan.

    Manchester City tidak pernah meraih kemenangan dalam liga di Anfield sejak 2003. Mereka akan mengalami pertandingan besar pada Minggu mendatang ini dengan posisi enam poin di belakang tim asuhan manajer Jurgen Klopp.

    THE TELEGRAPH | ESPN   

        


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.