Kalteng Putra Siap Terima Konsekuensi, tapi Nilai Polisi Reaktif

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran saat menyaksikan laga Kalteng Putra vs Persib Bandung, Jumat, 1 November 2019. (twitter/(@heniunique)

    Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran saat menyaksikan laga Kalteng Putra vs Persib Bandung, Jumat, 1 November 2019. (twitter/(@heniunique)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jajaran Manajemen Kalteng Putra menyatakan siap menerima risiko atau konsekuensi, terhadap berbagai hal yang dianggap sebagai sebuah pelanggaran dalam pelaksanaan Liga 1 Indonesia.

    "Apa pun risikonya harus kami terima. Untuk sanksi saya kira, Persebaya yang bakar lapangan saja dibiarkan oleh polisi, sedangkan kami yang begitu saja, polisi terlalu reaktif," kata Perwakilan Manajemen Kalteng Putra Budi Santoso di Palangka Raya, Ahad.

    Kalteng Putra tengah disorot karena tindakan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran yang melempar botol ke lapangan saat laga melawan Persib Bandung, Jumat, 1 November 2019. Ketika ditegur, Sabran saat itu malah memarahi polisi.

    Budi Santoso mengatakan, jika sanksi yang Kalteng Putra terima tidak sesuai dengan aturan, maka siap untuk mengajukan banding. Selain itu pihaknya juga akan menyurati Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait ketidakadilan dalam berbagai pertandingan.

    Ketidakadilan itu terjadi pada beberapa pertandingan berbeda, mulai dari gol Kalteng Putra yang dianulir, hadiah penalti untuk lawan yang merugikan pihaknya, hingga hal-hal lainnya yang tidak sesuai.

    Disinggung tentang dugaan adanya oknum atau mafia bola, Budi mengaku tak begitu memahami hal tersebut. Hanya saja sewaktu melawan Persela Lamongan dan menurutnya Kalteng Putra juga mengalami sejumlah kerugian selama pertandingan, namun malah dituding melakukan pengaturan skor.

    "Kami tidak mengerti, dari sisi mana bisa menganggap Kalteng Putra melakukan pengaturan skor dengan wasit," tegasnya saat dijumpai di halaman Istana Isen Mulang Palangka Raya.

    Selanjutnya ia juga berharap, agar dengan terpilihnya Ketua PSSI yang baru bisa membawa kemajuan terhadap persepakbolaan di Indonesia. Khususnya peningkatan serta perbaikan mutu wasit beserta perangkatnya.

    Jika ada oknum perangkat pertandingan yang terbukti bersalah karena melakukan pelanggaran maupun penyimpangan, maka harusnya diberikan sanksi tegas, misalnya tidak ditugaskan kembali untuk memimpin pertandingan.

    Budi juga menegaskan, hingga saat ini tak ada dari jajaran Manajemen Kalteng Putra yang mengundurkan diri dari jabatan yang masing-masing mereka emban. "Sementara ini secara resmi belum ada yang mengundurkan diri," kata dia.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.