Barcelona Kalah Ketiga Kali, Valverde Tak Terpikir untuk Mundur

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde memantau anak asuhnya saat latihan jelang pertandingan EL Classico melawan Real Madrid di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Barcelona, 27 Oktober 2018. REUTERS/Albert Gea

    Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde memantau anak asuhnya saat latihan jelang pertandingan EL Classico melawan Real Madrid di Ciutat Esportiva Joan Gamper, Barcelona, 27 Oktober 2018. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - La Liga Spanyol baru memasuki pertandingan ke-11 dalam musim 2019-2020 ini. Tapi, Barcelona sudah kalah tiga kali, termasuk dipermalukan tuan rumah Levante 3-1 di Stadion Ciutat de Valencia, Sabtu 2 November 2019.

    Pada musim lalu ketika menjuarai La Liga untuk kedua kali secara beruntun, Barcelona juga kalah tiga kali. Tapi, kekalahan dalam jumla yang sama pada awal musim seperti yang mereka alami sekarang tentu mencemaskan.

    Hanya pada musim 2017-2-18, Barca kalah cuma satu kali.

    Kekalahan yang dialami Barcelona pada awal pekan ini tersebut mengejutkan. Sebab, mereka sebelumnya mencatat lima kemenangan beruntun di La Liga.

    Kembalinya Lionel Messi ke lapangan setelah sembuh dari cedera memberi harapan besar menyambut pertandingan di kandang Levande pada Sabtu lalu. Messi memang kemudian mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-38. Tapi, kemudian, Levante mencetak tiga gol beruntun dalam rentang waktu tujuh menit pada babak kedua.

    Jose Campana menyamakan posisi Levante pada menit ke-38. Tak lama kemudian, Borja Moral membuat tuan rumah berbalik unggul dan Nemanja Radoja memperbesar kemenangan Levante pada menit ke-68. Gol kedua Messi dianulir wasit setelah sang pemimpin pertandingan ini melihat rekaman video assistant referee (VAR).

    Beruntung, posisi klub raksasa Catalan ini di puncak klasemen La Liga gagal digantikan rival abadinya, Real Madrid. Pasalnya, Madrid hanya bisa bermain 0-0 melawan tamunya, Real Betis, dinihari tadi, Minggu 3 November 2019.

    Menyambut kekalahan Sabtu ini, pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, mengatakan ia tidak terpikir untuk mengundurkan diri.

    Ketika ditanya pada konferensi pers setelah pertandingan, jika ia terkejut dengan penampilan Barcelona atau terpikir untuk mengundurkan diri, Ernesto Valverde menjawab, “Tidak untuk kedua pertanyaaan tersebut. Saya tidak terpikir untuk mengundurkan diri dan hanya memandang ke depan.”

    “Kami tidak melalukan start permainan yang bagus pada babak kedua dan gagal berkreasi untuk menciptakan situasi-situasi berbahaya buat lawan,” Valverde melanjutkan.

    Tapi, hasil di Levante ini menciptakan tekanan bagi Valverde, terutama dalam membawa Barcelona pada sejumlah partai tandang. Di bawah asuhan Valverde, mereka sering kesulitan jika main di markas Levante.

    Sebelumnya, Barcelona kalah di kandang Athletic Bilbao dan Granada serta dipaksa bermain imbang 2-2 di kandang Osasuna dalam musim 2019-2020 ini.

    Dalam fase grup Liga Champions musim ini, penampilan Barcelona di bawah asuhan Valverde juga tak dahsyat seperti dulu lagi, yaitu main 0-0 di Dortmund, menang 2-1 melawan Inter Milan di Camp Nou, dan kemudian 2-1 di markas Slavia Praha.

    Kiper Marc-Andre ter Stegen bilang kepada majalah 11 Freunde bahwa dua kekalahan tersebut bukan karena masalah taktik, melainkan disebabkan soal psikologis.

    Ernesto Valverde memenangkan dua trofi juara La Liga sejak menggantikan posisi Luis Enrique di Barcelona sejak 2017. Tapi, tidak disukai sebagian besar suporter Barcelona karena gaya permainan yang dikembangkannya.

    Dua pertandingan berikutnya buat Barcelona sebelum memasuki masa jeda karena ada agenda pertandingan internasional FIFA adalah menjamu Slavia Praha pada Liga Champions, Rabu dinihari mendatang, kemudian menjamu Celta Vigo di La Liga pada Sabtu berikutnya.   

    Jika hasilnya kurang memuaskan lagi, tekanan kepada Ernesto Valverde untuk meninggalkan Camp Nou kemungkinan akan semakin tidak tertahankan lagi. Seperti Luis Suarez yang baru saja cedera lagi dan Lionel Messi yang juga mesti hati-hati menjaga kebugarannya, Barcelona kian rapuh sekarang. Klub Catalan ini sudah kebobolan 14 gol pada awal liga musim ini, jauh di atas Real Madrid dan Atletico.

    BLEACHER REPORT | SOCCERNET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.