Gol Perdana di Juventus, Momen Penting De Ligt di Derby Turin

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Juventus, Matthijs de Ligt berselebrasi dengan rekannya, Blaise Matuidi setelah menjebol gawang Torino dalam laga Liga Italia di Stadion Olimpico Grande, Turin, Italia, 2 November 2019. Hasil ini memastikan Juve tetap memuncaki klasemen dengan nilai 29 dari 11 laga. REUTERS/Massimo Pinca

    Pemain Juventus, Matthijs de Ligt berselebrasi dengan rekannya, Blaise Matuidi setelah menjebol gawang Torino dalam laga Liga Italia di Stadion Olimpico Grande, Turin, Italia, 2 November 2019. Hasil ini memastikan Juve tetap memuncaki klasemen dengan nilai 29 dari 11 laga. REUTERS/Massimo Pinca

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertarungan derby Turin pertama dalam Seri Liga Italia musim ini pada Sabtu, 2 November 2019, di kandang Torino, menjadi momen besar pertama yang bisa diraih Matthijs de Light sejak kesulitan tampil memuaskan dalam debutnya bersama Juventus.

    Bek tengah tim nasional Belanda yang masih berusia berusia 19 tahun itu menjadi penentu kemenangan 1-0 Juventus melawan Torino pada pekan ke-11 Seri A Liga Italia musim 2019-20. De Ligt membawa Juventus kembali ke puncak klasemen dengan mengungguli Inter satu poin.

    De Ligt yang dibeli Juventus dari Ajax Amsterdam dengan harga transfer 67,5 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,22 triliun harus menunggu sampai menit ke-70 untuk mencetak gol perdananya di Juve musim ini.

    Sesuai salah satu kemahirannya, De Ligt bereaksi cepat menyambut tendangan penjuru Miralem Pjanic di muka gawang Turino. Bola diteruskan Gonzalo Higuain kepada De Ligt dan mantan bintang Ajax itu mengeksekusinya dengan tendangan voli yang membobol gawang Turino.

    Setelah dua setengah bulan, De Ligt akhirnya mampu meraih momen penting buatnya untuk bisa merintis performa yang lebih baik di Juventus. “Saya sangat senang tentu saja,” kata De Ligt kepada DAZN.

    “Itu adalah sebuah pertandingan yang penting, karena pada saat yang sama Inter juga menang. Kami menang 1-0 dan itu adalah golku, jadi begitu spesial,” De Ligt.

    Sebenarnya pada babak pertama, Juventus bisa kebobolan gara-gara De Ligt menyentuh bola dengan tangan dalam kotak penalti Juve. Tapi, wasit Daniele Doveri tidak menilai hal itu sebagai pelanggaran handball yang membuahkan hukuman penalti buat tim berjuluk Nyonya Tua itu.    

    “Saya hanya berdiri seperti ini dan bola menerpa saya,” kata kapten Ajax ketika menembus babak semifinal Liga Champions musim lalu itu. “Saya segera tahu bahwa itu bukan penalti, jika posisi tangan saya seperti itu.”

    Manajer Juventus, Maurizio Sarri, mengatakan ia selalu sadar bahwa De Ligt butuh waktu di klub barunya tapi yakin pemain ini akan meraih momen terbaiknya meski kesulitan beradaptasi pada awalnya, termasuk saat melawan Turino. “De Ligt kesulitan dalam 20 menit pertama, tapi kemudian meraih bentuk permainannya dan sangat bagus pada babak kedua,” kata Maurizio Sarri.

    JUVENTUS | BBC | GOAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.