Program Iwan Bule di PSSI: Pokja Inpres Jokowi Sampai Divisi Suporter

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. Antara

    Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. Antara

    TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Umum PSSI 2019-2023, Mochamad Iriawan, akan membentuk tim kelompok kerja untuk menjalankan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional. "Kami akan membentuk tim pokja berkaitan dengan Inpres itu minggu depan," ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule itu seusai kongres luar biasa (KLB) PSSI di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu, 2 November 2019.

    Menurut Iwan Bule, yang terpilih sebagai ketua umum PSSI 2019-2023 dalam KLB, pokja tersebut akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga yang tercantum dalam Inpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 25 Januari 2019.

    Pria berusia 57 tahun tersebut ingin Inpres tersebut segera terwujud dalam tindakan nyata demi mendongkrak prestasi sepak bola nasional. "PSSI harus menjemput bola. Inpres itu sejak dikeluarkan sampai sekarang belum berjalan. Jadi harus asa percepatan," tutur Iwan.

    Terkait Inpres tersebut, mantan Kapolda Metro Jaya ini berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang memberikan perhatian khusus kepada sepak bola. Memang, dari semua cabang olahraga yang ada di Indonesia, hanya sepak bola yang memiliki Inpres.

    "Baru di zaman Pak Joko Widodo, pemerintah mengeluarkan Inpres khusus untuk sepak bola. Instruksi itu melibatkan banyak kementerian dan lembaga yang melakukan peran masing-masing untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia," kata Iwan.

    Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali sudah meminta kepada pengurus baru PSSI hasil pemilihan dalam KLB PSSI, Sabtu (2 November), untuk segera membuat peta jalan sepak bola Indonesia. "Setelah kongres selesai, kami berharap PSSI bersama KONI, KOI dan Kemenpora duduk bersama untuk menjawab perintah Inpres tersebut," ujar Zainudin.

    Selain membentuk Pokja Inpres Percepatan Sepak Bola Nasional. mantan Kapolda Jawa Barat ini mengatakan pekerjaan utamanya sebagai nakhoda baru federasi sepak bola Indonesia yakni mengurus masalah suporter. Menurut dia, menyelesaikan kerusuhan suporter yang rutin terjadi menjadi salah satu langkah awal yang dilakukan kepengurusannya.

    "Termasuk PR cukup berat, saya nanti akan membuat divisi khusus, divisi yang membidangi pembinaan fans atau suporter," kata dia.

    Ide soal membuat divisi khusus soal suporter sudah digaungkan Iwan Bule sebagai salah satu programnya sebagai calon ketua. Pada 21 Agustus 2019, misalnya, Ia mengatakan mulai membayangkan para suporter itu dipertemukan. "Bagaimana caranya, nanti Arema, salah satu orang. Saya dapat masukan dari mana, dari mereka. Saya tanya maunya suporter apa sih, ya kan kita tidak pernah dikumpulkan," ujarnya di Jakarta kala itu.

    Secara teknis, Iwan Bule memberikan gambaran, sekitar 20 orang perwakilan suporter, seperti Aremania, Jakmania, Viking, Bonek, dan komunitas suporter lainnya rutin bertemu. Kegiatannya bisa dengan berkemah bersama membahas persoalan sepak bola. "Kita kumpul berkemah. Tanggung jawab itu di kepala divisinya. Ada kepala divisi yang membidangi itu," tuturnya.

    Ia mengaku gagasan soal pembinaan suporter berasal dari masukan para pendukung klub-klub. Ketika berdialog, kata dia, suporter menyampaikan saran untuk difasilitasi bertemu dengan pendukung di tim rival. "Itu baru satu pola yang saya temukan, mudah-mudahan itu bisa tercipta," katanya.

    Iwan Bule memberikan contoh saat Peru melawan Brasil, suporter Brasil tidak terpancing emosi saat suporter Peru bersorak merayakan kegembiraan seusai mencetak gol. "Indonesia ingin seperti itu tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan," ujarnya.

    Mengenai jadwal kompetisi yang amburadul sehingga membuat hak siar dan sponsor enggan mengembangkan Liga Indonesia, Iwan Bule menyiapkan solusi atas problem tersebut. Menurut dia, kunci dari masalah ini adalah koordinasi dengan kepolisian dan itu harus dilakukan sampai ke tingkat Asosiasi Provinsi (Asprov). "Saya akan melakukan pertemuan dengan Mabes Polri. Dalam lingkar Asprov, bisa koordinasi dengan Polda. Saya sampaikan ke polisi bahwa kami punya kalender Timnas," kata Iwan.

    Iwan Bule pun menegaskan bahwa dirinya akan terus bertahan di PSSI sampai masa jabatannya habis pada 2023 mendatang dan tidak akan tergiur jabatan politis. "Saya berkomitmen kepada PSSI. Saya akan berikan yang terbaik untuk negara dalam bidang sepak bola," ucapnya.

    Dalam menjalankan roda kepengurusan PSSI empat tahun ke depan, Iwan Bule didampingi oleh dua wakil ketua umum, yakni Cucu Sumantri dan Iwan Budianto. Selain itu bakal ada 12 anggota komite ekskutif yang bakal ikut membantu. Mereka adalah Yoyok Sukawi, Dirk Soplanit, Endri Erawan, Haruna Soemitro, Hasnuryadi Sulaiman, Juni Rahman, Pieter Tanuri, Sonhadji, Ahmad Riyadh, Hasani Abdul Gani, Yunus Nusi, Vivin Cahyani.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.