Barcelona Vs Slavia Praha: Valverde Pegang Kata-kata Johan Cruyff

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih baru Barcelona Ernesto Valverde, berpose pada media saat tiba di kantor klub di stadion  Camp Nou di  Barcelona, 31 Mei 2017. Valverde sewaktu masih jadi pemain sepak bola pernah memperkuat Barcelona pada periode 1988-1990. AP/Manu Fernandez

    Pelatih baru Barcelona Ernesto Valverde, berpose pada media saat tiba di kantor klub di stadion Camp Nou di Barcelona, 31 Mei 2017. Valverde sewaktu masih jadi pemain sepak bola pernah memperkuat Barcelona pada periode 1988-1990. AP/Manu Fernandez

    TEMPO.CO, Jakarta - Barcelona menjamu Slavia Praha di Stadion Camp Nou, dinihari nanti, Rabu 6 November 2019, pada pertandingan lanjutan fase Grup F Liga Champions.

    Ketika penampilan mereka dikritik saat menang 2-1 melawan Slavia di Praha, Republik Cek, 25 Oktober 2019, pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, mengutip kata-kata ikon klub Catalan ini asal Belanda, Johan Cruyff.

    Saat itu Barcelona hanya bisa menang tipis di ibukota Cek itu setelah kiper mereka, Marc Andre ter Stegen, membuat sejumlah penyelamatan gemilang dan kemarahan sang pelatih di ruang kamar ganti pemain saat jeda babak pertama.

    Data statistik dari badan sepak bola Eropa, UEFA, menunjukkan bahwa para pemain Barca sudah berlari sejauh 100,4 kilometer atau jumlah paling sedikit dibandingkan tim lain dalam kompetisi Liga Champions musim ini. Selain, itu mereka dalam posisi inferior ketika menjalani laga ketiganya dalam fase grup di Praha itu.

    Tapi, ketika berbicara menjelang Barcelona melawan Real Valladolid di La Liga Spanyol, Valverde mengatakan, “Kami tim yang biasanya mengutamakan penguasaan bola dan terkadang kondisi membuat anda melakukannya dalam beberapa meter terbatas. Kami memperhitungkan data fisik lainnya,” seperti dikutip Evening Standard.

    Dan, mengacu kepada Cryff, Valverde menambahkan, “Saya punya pelatih yang dulu mengatakan bahwa kita harus berlari lebih sedikit dari lawan. Dia memiliki patung di stadion sekarang (Camp Nou) dan namanya diabadikan untuk tempat markas latihan.”  

    “Di Praha, kami tak mampu mendominasi dan mereka menekan kami. Dengan skor 3-1 atau 4-1, analisa pertandingannya akan beda. Terkadang, anda harus menderita dalam sepak bola,” kata Valverde.

    Setelah itu, Barcelona mampu menang telak 5-1 di Camp Nou melawan Valladolid pada 30 Oktober 2019, sebelum Barca digasak Levante 3-1 Sabtu lalu, 2 November.

    Hasil itu merupakan kekalahan ketiga Barcelona dalam La Liga musim ini tapi mereka tetap memimpin klasemen.

    Di Liga Champions, mereka bermain 0-0 di kandang Borussia Dortmund sebelum mengalahkan Inter Milan 2-1 di Camp Nou dan lantas menang lagi 2-1 di Praha.

    Kekalahan di Levante itu memang memberikan iklan buruk buat Barcelona menjelang tampil pada dinihari nanti. Ernesto Valverde bahkan sempat “digoyang” untuk mengundurkan diri.

    Tapi, jika bermain di kandang dalam Liga Champions, Barcelona belum pernah kalah. Penguasaan bola yang diajarkan Johan Cruyff di Barcelona, sebagai dasar dari sistem total football yang legendaris itu, tampaknya bakal tetap dipegang teguh oleh Ernesto Valverde dalam menyiapkan pasukannya buat pertandingan dinihari nanti.

    Hanya saja dengan dukungan suporter mereka yang melimpah ruah di Camp Nou dinihari nanti, Barcelona kemungkinan tak akan tertekan lagi seperti ketika bermain di Praha.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.