Liga 1: Bali United Pincang Saat Tandang ke PSS Sleman, Rabu Ini

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Bali United Paulo Sergio (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persela Lamongan Lucky Wahyu dalam pertandingan sepak bola Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis, 31 Oktober 2019. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Pesepak bola Bali United Paulo Sergio (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persela Lamongan Lucky Wahyu dalam pertandingan sepak bola Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis, 31 Oktober 2019. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Yogyakarta : Skuad Serdadu Tridatu Bali United bakal waspada penuh kala menantang PSS Sleman dalam Laga lanjutan Liga 1 di Stadion Maguwoharjo Rabu 6 November 2019.

    Bagaimana tidak, tak kurang empat pilar andalan Stefano Cugurra Teco tak bisa diturunkan karena dilanda cidera dan akumulasi kartu kuning.

    Pemuncak klasemen sementara Liga 1 itu dipastikan tak akan diperkuat tiga lini belakangnya yakni Andhika Wijaya, Wilian Pacecho, dan Haudi Abdillah. Sementara gelandang bertahan Brwa Nouri juga harus menepi lantaran terkena sanksi akumulasi.

    “Beberapa pemain tak bisa main. Tapi kami punya pemain cadangan yang bagus juga, mereka juga sangat siap bermain besok," ujar Teco di Yogyakarta Selasa 5 November 2019.

    Eks juru racik Persija Jakarta itu mengatakan tak terlalu risau banyaknya pemain yang harus absen dari laga yang akan dijalani. Ia menganggap dalam sepak bola, cedera dan akumulasi hal yang lumrah dan harus siap dihadapi kapan saja walau bisa mempengaruhi performa tim.

    "Pertandingan yang terlalu dekat juga membuat pemain rentan cedera,” ujarnya.

    Bali sendiri dari pertandingan sebelumnya memperoleh hasil yang kurang memuaskan. Mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Persela lamongan pada 31 Oktober 2019.

    Untuk persiapan menghadapi PSS ini, Teco mengatakan yang dibutuhkan anak asuhnya hanya bagaimana bisa bermain fokus dalam dua babak yang dijalani.

    Teco menilai tim besutan Seto Nurdiyantoro itu bukanlah tim ingusan meski statusnya musim ini di Liga 1 masih sebagai tim promosi.

    Sebaliknya, Teco melihat Sleman berbahaya karena mempunyai permainan yang konsisten. Sehingga saat ini bisa berada di posisi cukup baik di peringkat klasemen Liga 1.

    “PSS mungkin tim yang baru datang dari Liga 2. Tapi kami respek dengan mereka, benar benar bisa bermain konsisten dan saat ini bisa di posisi yang bagus. Kami harus fokus nanti menghadapi tim ini,” ujarnya.

    Teco berharap anak asuhnya pada laga ini bisa mendulang hasil maksimal. "Semoga wasit juga memimpin laga secara fair," ujarnya.

    Adapun pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro bertekad timnya akan memanfaatkan momen menjamu Bali United ini untuk bangkit lagi pasca menelan kekalahan telak 3-0 atas PSIS Semarang pada Sabtu 2 November 2019 lalu.

    Seto menyadari, laga lawan PSIS Semarang lalu hanya berjeda empat hari alias sangat pendek rentangnya dengan laga lawan Bali United ini. Sehingga waktu yang dimiliki hanya digunakan untuk mengembalikan kebugaran pemain.

    “Persiapan kami hanya recovery dan mengembalikan kebugaran pemain. Kami harap pemain melupakan pertandingan melawan PSIS kemarin agar lebih enjoy dan tanpa beban,” kata Seto.

    Bagi Seto, Bali United salah satu tim kandidat juara kompetisi musim ini. Sebagai pemuncak klasemen sementara, raihan nilai yang dicapai Bali yakni 55 poin terpaut jauh di atas PSS yang berada di peringkat 5 dengan 39 poin.

    “Ini jelas pertandingan yang tidak mudah. Saya harap bisa mendapatkan entah satu poin atau tiga poin. Target kami di sisa pertandingan kompetisi bisa mendapatkan poin, supaya bisa mencapai target dari manajemen yakni bertahan di Liga 1,” katanya.

    Seto memastikan dalam laga ini dua pemainnya akan absen yaitu Brian Ferreira karena cedera dan Jajang Sukmara yang harus menjalani akumulasi kartu kuning.

    Selain itu pemain asing PSS Sleman, Alfonso de La Cruz juga kemungkinan masih tak bisa diturunkan karena belum pulih seratus persen kondisinya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.